Pelajar SMA/SMK di Luwu Utara Minta Pembelajaran Tatap Muka, Indah Putri ; Akan Dikoordinasikan dengan Pemprov

SPACE PANJANG

 




 




LUWU UTARA - Siswa SMA dan sederajat di Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Siswa meminta Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani untuk menuntut pemberlakuan belajar tatap muka di sekolah. Tuntutan para pelajar ini dilakukan dengan melakukan aksi unjuk rasa di halaman Kantor Bupati Luwu Utara, pada Selasa (8/9/2020) lalu.

 

Aksi ini dilakukan karena persoalan jaringan internet yang tidak memadai dan belajar daring dari rumah dinilai sangat tidak efektif.

 

"Alat komunikasi juga tidak memadai, ditambah lagi surat edaran dari Bupati dan Provinsi yang juga simpang siur," kata Feri saat dihubungi beberapa waktu lalu.

 

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani mengatakan terkait siswa tingkat SMA/SMK untuk belajar tatap muka akan dikoordinasikan dengan Pemerintah provinsi Sulawesi Selatan.

 

“Hal ini akan dikoordinasikan dengan pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yakni Dinas Pnedidikan Provinsi karena untuk sekolah tingkat SMA /SMK adalah kewenangan dari Dinas Pendidikan Provinsi,” kata Indah saat dikonfirmasi, Kamis (10/09/2020).

 

Juru bicara Satgas penanganan covid-19 Luwu Utara, Komamng Krisna mengatakan pembelajaran tatap muka tingkat SMA/SMK harus mengikuti prosedur Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan.

 

“Kalau dianggap anak SMA/SMK sangat beresiko analisisnya, maka seharusnya mengikuti Petunjuk dari Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan,” ucap Komang Krisna

 

Krisna mengatakan dari kategori pelajar atau kelompok santri di Luwu Utara cukup banyak yang terpapar covid-19.

 

“Kalau kelompok umur pelajar 14 tahun ke atas cukup banyak yang positif terpapar covid-19,” ujar Krisna.

 

Krisna menambahkan sebelum banjir bandang dan menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Luwu Utara peningkatannya luar biasa.

 

“Peningkatan kasus covid-19 di Luwu Utara saat ini mencapai 59,9 persen dibanding sebelum banjir bandang. Saat ini sudah mencapai 141 yang positif, dan yang sudah meninggal ada 8 kasus,” jelas Krisna.

Previous Post Next Post