Inspirasi Timur

 





PALOPO  – Sebuah video dengan durasi 30 detik yang dilakukan anggota TNI sedang  menghukum warga dengan cara push up, beredar luas di media sosial. 

Dalam video tersebut  terlihat 2 orang anggota TNI, satu diantaranya sempat memukuli kepala warga menggunakan sebuah benda, meski warga yang dipukuli tersebut menggunakan helm.

Dari penelusuran Kompas.com video tersebut terjadi di jalur dua depan Pusat Niaga Palopo (PNP), diduga warga diberi sanksi karena tidak memakai masker di ruang publik.

Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 1403 Sawerigading Letkol Inf Gunawan menyampaikan permohonan maaf melalui pesan whats App dan mengakui jika yang melakukan tersebut adalah anggota TNI.

“Perlu diketahui bersama dan dipandang dari sudut mana, saya akui anggota TNI tersebut salah karena arogan, akan tetapi apakah bapak bapak sadar betapa sulitnya menerapkan protokol kesehatan. Sudah 8 bulan imbauan pakai masker tapi sampai sekarang bisa dilihat sendiri. Semua orang pengen semua terhindar dari corona, tapi bagaimana caranya untuk menghindarinya?,” kata Gunawan, melalui pesan Whats App, Jumat (14/08/2020).

Menurut Gunawan, untuk pelaku di video tersebut sudah ditangani oleh institusi militer. Itu adalah personil ki C yonif 721.

“Mungkin lebih baik kalau kita sama sama memikirkan bagaimana cara menegakkan protokol kesehatan dibandingkan dengan yang lainnya, terimakasih,” ucap Gunawan.

Gunawan mengatakan dengan kejadian tersebut dirinya selaku Dandim memohon maaf atas arogansi personel TNI dari Yonif 721 di video yang beredar yang membuat ketidaknyamanan masyarakat khususnya warga Palopo.

“Sekali lagi selaku Dandim saya mohon maaf atas arogan  personil TNI dari yonif 721 di video yang beredar yang membuat ketidak nyamanan masyarakat palopo khususnya, untuk kejadian sebenarnya adalah orang yang di push up tidak memakai masker adalah pengendara motor distop anggota untuk diberikan masker, namun tidak mau berhenti dan jalan terus. Akhirnya di stop oleh anggota TNI kedua dan di push up,” ujar Gunawan.

Lanjut Gunawan, setelah orang tersebut push up, TNI yang stop pertama menghampiri dan mengibaskan masker ke helmnya.

“Sekali lagi saya mohon maaf bukan membela atau membenarkan anggota TNI tersebut, tapi itulah yang saya dapat dari saksi saksi. Perlakuan anggota TNI tersebut harusnya tidak boleh dilakukan. Mohon maaf apabila ada yang lebih tahu persis permasalahan di video tersebut dan beda dengan versi yang saya terima tolong saya dikasih tau sebagai bahan pelaporan ke instansi militer untuk tindakan selanjutnya bagi oknum TNI  tersebut,” jelas Gunawan.

Walikota Palopo, HM Judas Amir saat dikonfirmasi terkait penerapan protokol kesehatan mengatakan bahwa untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran covid-19 semua unsur diturunkan dan sudah membuat aturan.

“Untuk mencegah penyebaran covid-19 kami sudah buat Peraturan Walikota (Perwal) nomor 10 tahun 2020 tentang Kebiasaan Baru dalam menghadapi pandemi Covid-19 terkait Protokol Kesehatan (Prokes) kini sudah mulai berlaku sejak diundangkan, nah saat ini kami turunkan semua unsur untuk melakukan razia bagi yang tidak menggunakan masker,” terang Judas.

Previous Post Next Post