Inspirasi Timur

 


Luwu Utara, Inspirasitimur.com --- Duka dari Bencana Banjir Bandang yang menimpa sejumla Titik di Luwu Utara telah menjadi duka Bersama terkhusus bagi Wija To Luwu.

Data dari Tim Sar Gabungan menyebutkan Ratusan Warga dilaporkan masih dalam tahap pencarian dan pulahan  korban di temukan meninggal dunia.

Bencana banjir ini juga mengakibatkan Listrik dan Telekomunikasi  terputus bahkan rumah warga hingga fasilitas umum lainya masih tertimbun lumpur.

Hingga hari ini  Tangis sedih dan ucapakan berduka mengalir dari berbagai daerah.

Berbagai bantuan pun mulai datang dari kota-kota disekitarnya, mulai dari Team Rescue, Sar, BNPB, Kesahatan, TNI dan kepolisian bahkan organisasi dari kampus-kampus.

Tak Kecuali Djaskoe dan para Mitra yang berasal dari Komunitas-Komunitas yang ada Kota Palopo & Belopa dengan sigap segera bergerak mengumpulkan bantuan berupa Pakaian, Makanan Langsung Komsumsi & Air Mineral dari Para Komunitas Mitra & Warga Palopo.

"Alhamdulillah Tanggal 14 Juli 2020 Tepat jam 16:00 Djaskoe yang mendirikan Posko Peduli di Warkop Kolong  Jl. Ratulangi Palopo, berangkat menuju Masamba Bersama Komunitas-Komunitas Mitra yaitu YVCI Palopo, TOC-P, ACP Palopo, YVCI Belopa, CCC P, BMC &  Riderhood Sawerigading," terang Kordinator rombongan, Arfandi Wahad

Djaskoe bersama mitra tiba di Posko  Bantuan yang ada di Kelapa Gading Radda dan disambut Teman-Teman dari TNI & BNPB .

"suatu kesyukuran Bagi teman-teman Djaskoe & para Mitra, dapat bergerak dengan cepat merespon bencana di sekitar kita, sehingga dalam waktu hanya beberapa jam bisa mengumpulkan donasi dari teman-teman Mitra dan warga palopo  serta bisa langsung mengantarkan  kelokasi bencana."tambahnya

 Arfandi Wahad yang juga Merupakan Kanit Intel Polres Palopo, Menginformasikan Bahwa relawan Djaskoe bersama mitra masih melakukan 'open donasi' hingga beberapa hari kedepan.

"Posko Peduli Djaskoe akan dibuka sampai 2 minggu kedepan untuk tetap mengumpukan donasi dan menyalurkan langsung ke saudara-saudara kita yang ada di kota Masamba “Bumi Lamaranginang," tuturnya

(rrm/*)
Previous Post Next Post