LUWU – Sejumlah perlengkapan yang digunakan petugas pemadam kebakaran (Damkar) di Markas Komando Belopa, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, dilaporkan mulai mengalami kerusakan.
Salah satunya sepatu boots yang digunakan petugas saat menjalankan tugas di lapangan. Kondisi sepatu terlihat mulai koyak dan rusak akibat usia pemakaian.
Kondisi tersebut menjadi persoalan tersendiri karena sepatu boots merupakan salah satu perlengkapan penting untuk melindungi kaki petugas ketika berada di lokasi kebakaran.
Selain menghadapi panas dan kondisi lingkungan yang berisiko, petugas juga dapat berhadapan dengan benda tajam, pecahan material bangunan, serta berbagai benda lain yang berpotensi melukai kaki.
"Bagaimana mau kita terlindungi kalau sepatu robek. Ini kan bukan juga berguna menahan api, tapi juga berfungsi melindungi kaki dari benda atau material yang dapat melukai," kata seorang personel Damkar Luwu.
Selang pemadam juga bocor
Kerusakan tidak hanya terjadi pada sepatu boots. Salah satu peralatan utama pemadam kebakaran, yakni selang, juga mengalami kebocoran.
Dalam video amatir yang dibagikan petugas, terlihat air menyembur dari bagian selang yang mengalami kerusakan saat digunakan untuk memadamkan kebakaran di Desa Lamunre, Kecamatan Belopa Utara.
Kondisi tersebut membuat penggunaan air menjadi tidak maksimal karena sebagian tekanan air keluar melalui bagian selang yang bocor.
"Bagaimana mau efektif kalau selang robek. Lebih banyak air keluar di sana dibanding di nozel," ujar petugas tersebut.
Meski mengalami kerusakan, selang tersebut masih digunakan dalam kondisi tertentu karena keterbatasan peralatan yang tersedia.
Damkar tak hanya menangani kebakaran
Kondisi perlengkapan Damkar Luwu menjadi perhatian karena tugas personel tidak hanya terbatas pada penanganan kebakaran.
Petugas juga kerap membantu masyarakat dalam berbagai situasi yang membutuhkan penanganan cepat.
Di antaranya mengevakuasi ular, melepas cincin yang tersangkut di jari, hingga membantu warga mengambil benda yang terjatuh di lokasi yang sulit dijangkau.
Warga Belopa, Muhammad Salim, mengaku prihatin melihat kondisi sejumlah perlengkapan yang digunakan petugas Damkar.
Menurut dia, keselamatan personel harus menjadi perhatian karena petugas bekerja langsung menghadapi berbagai situasi berbahaya.
"Terutama yang berhubungan dengan keselamatan personel di lapangan saat memadamkan api. Ini fatal kalau dianggap sepele," kata Salim.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Luwu melakukan peremajaan terhadap perlengkapan yang digunakan petugas Damkar.
"Kita tahu kalau Damkar kini mendapat perhatian dan apresiasi atas kinerjanya di lapangan. Dan itu terbukti berdasarkan kepuasan masyarakat Indonesia yang dengan mudah dilihat dari medsos," ujarnya. Jumat (11/9/2026) sore.
Warga rasakan respons cepat Damkar
Menurut Salim, petugas Damkar selama ini dikenal memiliki respons cepat ketika masyarakat membutuhkan bantuan.
Bantuan tersebut bahkan diberikan untuk berbagai persoalan di luar penanganan kebakaran.
Hal serupa dirasakan Faiz, warga Perumahan Sagena, Kecamatan Belopa Utara.
Ia mengaku pernah meminta bantuan Damkar untuk mengatasi saluran pembuangan air di rumahnya yang mampet.
"Alhamdulillah, saluran air di rumah sudah lancar. Terima kasih banyak untuk petugas Damkar yang sudah datang dan bantu dengan cepat," kata Faiz.
Menurut dia, saluran air di rumahnya tidak berfungsi normal selama sekitar satu tahun.
Faiz sempat kebingungan mencari pihak yang dapat membantu mengatasi persoalan tersebut hingga akhirnya menghubungi Damkar.
"Saya telepon Damkar karena saya tahu mereka sering bantu warga, dan yang paling saya salut, mereka datang tanpa pernah meminta imbalan apa pun. Itu yang bikin kami sebagai warga merasa sangat terbantu dan dihargai," ujarnya.
No comments:
Post a Comment