Notification

×

Iklan

INSPIRASI TIMUR INDONESIA

Iklan

Indeks Berita

Panen Oplah di Luwu Capai 8,9 Ton per Hektare, IP Naik Jadi 200

الخميس، 17 سبتمبر 2026 | سبتمبر 17, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-17T14:43:06Z

LUWU – Pemerintah Kabupaten Luwu terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui program Optimalisasi Lahan (Oplah).

Upaya tersebut ditandai dengan panen perdana lahan reguler dan Oplah masa tanam April–September 2026 di Desa Rante Damai, Kecamatan Walenrang Timur, Kamis (17/9/2026).


Panen perdana dilakukan di lahan yang dikelola Kelompok Tani Taman Harapan dengan menggunakan varietas padi Ciherang.


Berdasarkan laporan teknis Dinas Pertanian Kabupaten Luwu, produktivitas riil pertanaman mencapai 8,9 ton per hektare, sementara hasil ubinan tercatat 11,2 ton per hektare.


Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Luwu, Moch. Arsal Arsyad, mengatakan Kabupaten Luwu memperoleh program Oplah dari Kementerian Pertanian pada 2025.


Program tersebut mencakup optimalisasi lahan rawa seluas 1.708 hektare dan lahan nonrawa seluas 861 Hektare.


Menurut Arsal, program Oplah diarahkan untuk meningkatkan pemanfaatan lahan pertanian, produktivitas, serta indeks pertanaman (IP).


"Tujuan utama kegiatan Oplah ini adalah meningkatkan indeks pertanaman dari IP 180 menjadi IP 200, dengan target akhir mencapai IP 300," ujar Moch. Arsal Arsyad.


Khusus di Kecamatan Walenrang Timur, program Oplah telah mendorong peningkatan indeks pertanaman dari IP 180 menjadi IP 200.


Capaian tersebut didukung kerja keras petani serta pendampingan penyuluh pertanian di lapangan.


Bupati Luwu Soroti Ketersediaan Air


Bupati Luwu, H. Patahudding, meminta penyuluh pertanian bersama kepala desa segera mengidentifikasi wilayah yang mengalami kekeringan.


Menurutnya, ketersediaan air menjadi salah satu faktor utama untuk mencapai target peningkatan indeks pertanaman hingga IP 300.


"Untuk mencapai target IP 300, persoalan utama adalah air. Karena itu, saya meminta agar daerah-daerah yang mengalami kekeringan segera diidentifikasi," kata Patahudding.


Bupati juga menyebut program PMAS di Padang Sappa, Kecamatan Ponrang, dengan luasan sekitar 500 hektare, telah diarahkan untuk mendukung pencapaian IP 300.


Selain itu


Ia menargetkan penanaman padi kembali dimulai pada November mendatang sehingga peningkatan indeks pertanaman hingga IP 250 dapat dicapai.


Patahudding juga menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan aktivitas pertanian dengan mendorong petani tetap mengolah lahan sawah.


"Tidak ada alasan petani tidak turun mengolah sawah. Kita harus terus mendorong produktivitas pertanian dan memastikan lahan dapat dimanfaatkan secara optimal," tegasnya.


Polbangtan Gowa Apresiasi Pertanian Luwu


Sementara itu, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa, Dr. Ismaya Nita Rianti Parawansa, pria


Ia menilai peningkatan indeks pertanaman dari IP 180 menjadi IP 200 merupakan perkembangan positif bagi sektor pertanian Kabupaten Luwu.


Polbangtan Gowa, kata dia, merupakan institusi binaan Kementerian Pertanian yang telah melahirkan banyak alumni sebagai penyuluh pertanian, termasuk yang kini bertugas di Kabupaten Luwu.


Dukungan sumber daya manusia dan pendampingan pertanian tersebut diharapkan dapat terus memperkuat produktivitas pertanian sekaligus ketahanan pangan di Kabupaten Luwu.


Dengan program Oplah, pemerintah daerah berharap pemanfaatan lahan sawah semakin optimal, produktivitas meningkat, dan target peningkatan indeks pertanaman dapat dicapai secara bertahap.

ليست هناك تعليقات:

إرسال تعليق

×
Berita Terbaru Update