PALOPO - Musim kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan, termasuk Luwu Raya dan Kota Palopo, belum sepenuhnya menghentikan aktivitas pertanian. Sejumlah petani masih melakukan panen padi meski menghadapi keterbatasan air akibat kondisi kekeringan dan fenomena El Nino.
Di tengah kondisi tersebut, Perum Bulog Cabang Palopo memastikan penyerapan gabah petani tetap berjalan.
Pimpinan Perum Bulog Cabang Palopo, Maysius L, mengatakan, sejak Juli 2026 hingga saat ini, realisasi penyerapan gabah di wilayah kerja Bulog Cabang Palopo pada semester kedua telah mencapai sekitar 33.000 ton.
"Serapan gabah di Perum Bulog Cabang Palopo mulai Juli sampai sekarang, realisasi serapan gabah untuk kantor cabang Palopo semester dua sebanyak 33.000 ton," kata Maysius.
Menurutnya, Bulog terus berkomunikasi dengan petani agar kegiatan usaha tani tetap berjalan dan mata rantai produksi beras tidak terputus.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui Tim Jemput Pangan yang turun langsung ke lapangan untuk membeli gabah dari petani.
Selain melakukan pembelian, tim tersebut juga memberikan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kualitas gabah, termasuk meminimalkan jumlah bulir hampa.
"Bulog memang ditugaskan untuk melakukan pembelian gabah any quality, tapi alangkah bagusnya kalau gabah yang dibeli juga adalah gabah yang bagus," ujarnya.
Kemarau pengaruhi kualitas gabah
Maysius mengakui, kemarau yang berlangsung cukup panjang memberikan dampak terhadap tanaman padi di sejumlah wilayah.
Minimnya pasokan air membuat sebagian tanaman tidak berkembang optimal. Salah satu dampaknya adalah meningkatnya temuan bulir gabah kosong atau hampa.
"Nah, sekarang karena musim kemarau yang berkepanjangan, sehingga mengakibatkan beberapa daerah itu banyak terdapat bulir kosong karena kurang mendapatkan pasokan air," katanya.
Meski demikian, Bulog tetap mendorong petani agar tidak berhenti melakukan usaha tani.
Petani juga diminta tetap optimistis karena pemerintah memberikan kepastian harga pembelian gabah.
Maysius mengatakan, harga pembelian gabah minimal tetap berada di angka Rp 6.500 per kilogram dan Bulog siap melakukan pembelian pada harga tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.
"Program dari Presiden ini tidak akan terputus, di mana harga minimal pembelian tetap Rp 6.500 per kilogram harga gabah, dan Bulog siap melakukan pembelian di harga tersebut," ujarnya.
Stok beras hampir 79.000 ton
Di tengah kondisi kemarau panjang dan kekhawatiran terhadap produksi beras, Bulog Palopo memastikan ketersediaan beras masih aman.
Bahkan, stok beras di gudang Bulog Cabang Palopo saat ini mencapai sekitar 78.900 ton.
Maysius menyebut jumlah tersebut sebagai salah satu stok terbesar yang pernah dimiliki Bulog Palopo.
"Ketersediaan beras saat ini mungkin boleh dikata ini terbesar sepanjang sejarahnya Bulog Palopo," katanya.
Stok tersebut tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Luwu Raya dan Palopo.
Bulog Palopo juga melakukan pengiriman beras ke sejumlah wilayah yang mengalami defisit pangan, termasuk Merauke, Sulawesi Tengah, dan sebelumnya Kalimantan.
"Kita tetap supply ke mereka karena mereka daerah defisit," kata Maysius.
Menurutnya, Sulawesi Selatan merupakan salah satu daerah penyangga pangan, khususnya beras, bagi wilayah lain di Indonesia.
Stok diperkirakan cukup hingga 10 bulan
Dengan stok yang mencapai hampir 79.000 ton, Bulog Palopo memperkirakan cadangan beras tersebut dapat mencukupi kebutuhan penyaluran bantuan pangan hingga sekitar 9-10 bulan ke depan.
Masyarakat pun diminta tidak panik membeli beras karena khawatir stok akan habis akibat kemarau panjang.
"Jangan sampai masyarakat karena kekeringan merasa beras akan habis atau minim. Ketersediaan beras kita masih mencukupi hingga beberapa bulan ke depan," ujar Maysius.
"Jangan panik, kita banyak stok di gudang," lanjutnya.
Selain stok yang sudah tersedia, Bulog juga mendapat penugasan tambahan untuk penyaluran program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) serta bantuan pangan.
Maysius mengatakan, target penyaluran SPHP secara nasional mendapat tambahan sekitar 1 juta ton hingga akhir tahun.
"Penyaluran untuk cadangan beras pemerintah ini sampai akhir tahun mencukupi. Tahun depan pasti ada lagi program yang dibuat oleh pemerintah, baik SPHP maupun bantuan pangan," katanya.
Dengan kondisi tersebut, meski kemarau panjang dan fenomena El Nino masih memberikan tekanan terhadap sektor pertanian, aktivitas panen di sejumlah wilayah Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, dan Kota Palopo masih berlangsung.
Bulog memastikan penyerapan gabah petani tetap dilakukan untuk menjaga keberlanjutan usaha tani sekaligus mempertahankan ketersediaan beras bagi masyarakat.

ليست هناك تعليقات:
إرسال تعليق