Notification

×

Iklan

INSPIRASI TIMUR INDONESIA

Iklan

Indeks Berita

Jenazah Aris Sanda Masih Disemayamkan, Kepala Lembang Ungkap Sosok Aris Sanda

Saturday, 19 September 2026 | September 19, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-20T15:53:01Z

TORAJA UTARA - Jenazah Aris Sanda, sopir travel asal Lembang Tampan Bonga, Kecamatan Bangkelekila, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, masih disemayamkan di rumah duka setelah tiba di kampung halamannya, Sabtu (19/9/2026).

 


Jenazah Aris Sanda diantar ratusan warga dan kerabat ke Tongkonan. Keluarga memilih menyemayamkan jenazah untuk sementara waktu sambil menunggu persiapan prosesi pemakaman sesuai adat Toraja.

 

Kepala Lembang Tampan Bonga yang juga keluarga dekat Aris Sanda, Imanuel Arung Tanga, mengatakan Aris merupakan sosok yang dikenal dekat dengan masyarakat dan memiliki kepedulian terhadap pembangunan di kampung halamannya.

 

"Kalau ada kegiatan Rambu Solo atau Rambu Tuka di Lembang kami, almarhum kalau pulang pasti ada bantuan yang diberikan kepada Lembang," kata Imanuel saat ditemui di rumah duka, Sabtu.

 

Menurut Imanuel, Aris juga beberapa kali membantu pembangunan di Lembang Tampan Bonga, termasuk memberikan bantuan untuk kegiatan masyarakat dan pembangunan gereja.

 

"Dia sangat ramah kepada masyarakat Lembang Tampan Bonga dan dia juga bagian dari keluarga kami. Setiap pulang, dia memanggil kami sebagai pemerintah dan anak-anak muda untuk bercerita," ujarnya.

 

Imanuel mengatakan Aris sebenarnya telah merencanakan kepulangan ke Toraja pada Desember mendatang. Saat itu, Aris berencana mengikuti kegiatan Rambu Tuka dan kegiatan terkait rumah adat Toraja di rumahnya.

 

Namun, rencana tersebut tidak terlaksana setelah Aris meninggal dunia akibat penembakan di Papua.

 

"Rencana almarhum mau pulang bulan 12, ada kegiatan Rambu Tuka di rumahnya. Tapi itulah kejadian yang terjadi di Papua yang tidak kita inginkan," kata Imanuel.

 

Imanuel juga mengenang percakapannya dengan Aris saat korban masih bekerja sebagai sopir travel di Papua. Ia mengaku pernah mengingatkan Aris mengenai kondisi keamanan di wilayah tempatnya bekerja.

 

"Saya pernah bilang, Bapak Tasya, kamu tidak takut membawa mobil ke sana? Saya dengar daerah itu rawan," tutur Imanuel.

 

Aris, kata Imanuel, saat itu menjawab bahwa dirinya merasa diterima dengan baik oleh masyarakat setempat.

 

"Dia bilang, orang-orang di sana ramah sama saya. Setiap saya ke atas, kalau mereka minta beras atau uang, tetap saya kasih. Makanya mereka baik sekali sama saya dan saya berani membawa mobil," ujarnya.

 

Kepulangan Aris ke Toraja juga diwarnai suasana duka mendalam. Anak, istri, dan sejumlah anggota keluarga korban yang tiba di Toraja tak kuasa menahan kesedihan hingga beberapa di antaranya jatuh pingsan.

 

Keluarga berharap aparat keamanan dapat segera menangkap pelaku penembakan yang menewaskan Aris dan memprosesnya sesuai dengan hukum yang berlaku.

 

Sementara itu, jenazah Aris rencananya baru akan dimakamkan pada Rabu (23/9/2026). Kepastian waktu dan rangkaian prosesi pemakaman akan dibahas keluarga besar dalam pertemuan yang dijadwalkan Sabtu sore.

 

Pemakaman Aris akan dilaksanakan dengan mengikuti prosesi adat Toraja.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update