TORAJA UTARA - Jenazah Aris Sanda, sopir travel asal Lembang Tampan Bonga, Kecamatan Bangkelekila, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, masih disemayamkan di rumah duka setelah tiba di kampung halamannya, Sabtu (19/9/2026).
Jenazah Aris Sanda
diantar ratusan warga dan kerabat ke Tongkonan. Keluarga memilih menyemayamkan
jenazah untuk sementara waktu sambil menunggu persiapan prosesi pemakaman
sesuai adat Toraja.
Kepala Lembang Tampan
Bonga yang juga keluarga dekat Aris Sanda, Imanuel Arung Tanga, mengatakan Aris
merupakan sosok yang dikenal dekat dengan masyarakat dan memiliki kepedulian
terhadap pembangunan di kampung halamannya.
"Kalau ada kegiatan
Rambu Solo atau Rambu Tuka di Lembang kami, almarhum kalau pulang pasti ada
bantuan yang diberikan kepada Lembang," kata Imanuel saat ditemui di rumah
duka, Sabtu.
Menurut Imanuel, Aris
juga beberapa kali membantu pembangunan di Lembang Tampan Bonga, termasuk
memberikan bantuan untuk kegiatan masyarakat dan pembangunan gereja.
"Dia sangat ramah
kepada masyarakat Lembang Tampan Bonga dan dia juga bagian dari keluarga kami.
Setiap pulang, dia memanggil kami sebagai pemerintah dan anak-anak muda untuk
bercerita," ujarnya.
Imanuel mengatakan Aris
sebenarnya telah merencanakan kepulangan ke Toraja pada Desember mendatang.
Saat itu, Aris berencana mengikuti kegiatan Rambu Tuka dan kegiatan terkait
rumah adat Toraja di rumahnya.
Namun, rencana tersebut
tidak terlaksana setelah Aris meninggal dunia akibat penembakan di Papua.
"Rencana almarhum
mau pulang bulan 12, ada kegiatan Rambu Tuka di rumahnya. Tapi itulah kejadian
yang terjadi di Papua yang tidak kita inginkan," kata Imanuel.
Imanuel juga mengenang
percakapannya dengan Aris saat korban masih bekerja sebagai sopir travel di
Papua. Ia mengaku pernah mengingatkan Aris mengenai kondisi keamanan di wilayah
tempatnya bekerja.
"Saya pernah
bilang, Bapak Tasya, kamu tidak takut membawa mobil ke sana? Saya dengar daerah
itu rawan," tutur Imanuel.
Aris, kata Imanuel, saat
itu menjawab bahwa dirinya merasa diterima dengan baik oleh masyarakat
setempat.
"Dia bilang,
orang-orang di sana ramah sama saya. Setiap saya ke atas, kalau mereka minta beras
atau uang, tetap saya kasih. Makanya mereka baik sekali sama saya dan saya
berani membawa mobil," ujarnya.
Kepulangan Aris ke
Toraja juga diwarnai suasana duka mendalam. Anak, istri, dan sejumlah anggota
keluarga korban yang tiba di Toraja tak kuasa menahan kesedihan hingga beberapa
di antaranya jatuh pingsan.
Keluarga berharap aparat
keamanan dapat segera menangkap pelaku penembakan yang menewaskan Aris dan
memprosesnya sesuai dengan hukum yang berlaku.
Sementara itu, jenazah
Aris rencananya baru akan dimakamkan pada Rabu (23/9/2026). Kepastian waktu dan
rangkaian prosesi pemakaman akan dibahas keluarga besar dalam pertemuan yang
dijadwalkan Sabtu sore.
Pemakaman Aris akan
dilaksanakan dengan mengikuti prosesi adat Toraja.

No comments:
Post a Comment