LUWU - Pemerintah Kabupaten Luwu bersama masyarakat melakukan kerja bakti membersihkan saluran irigasi yang terhubung dengan Bendung Suplesi Radda, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Pembersihan dilakukan untuk mengatasi terganggunya aliran air ke lahan persawahan akibat saluran yang tersumbat material dan sampah, di tengah musim kemarau yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa bulan terakhir.
Kegiatan tersebut melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca), pemerintah desa dan kelurahan, penyuluh pertanian, serta masyarakat dari sejumlah wilayah yang memanfaatkan aliran air dari Bendung Suplesi Radda.
Peserta kerja bakti secara gotong royong membersihkan saluran dari tumpukan sampah, lumpur, serta material lain yang menghambat aliran air menuju area persawahan.
Sejumlah pejabat dan unsur pemerintah turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Luwu, Camat Belopa, Danramil Belopa, Lurah Tampumia Radda, Lurah Senga, penyuluh pertanian, Kepala Desa Kasiwiang Syamsu Rijal bersama perangkat desa, serta masyarakat.
Pembersihan saluran ini diharapkan dapat mengembalikan kelancaran distribusi air ke lahan pertanian di Kecamatan Belopa dan Kecamatan Suli.
Langkah tersebut menjadi salah satu upaya untuk meminimalkan dampak kekeringan yang mengancam tanaman padi masyarakat.
Air mulai mengalir ke sawah
Kepala Desa Kasiwiang, Syamsu Rijal, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Luwu yang membantu mengatasi persoalan irigasi di wilayah tersebut.
Menurut Syamsu, Bupati Luwu telah memerintahkan Dinas PUTR untuk membangun bendung sementara setelah sungai mengalami kerusakan akibat banjir bandang pada 2024.
Ia mengatakan, setelah dilakukan penanganan, air kini mulai kembali masuk melalui pintu air Bendung Suplesi Radda.
"Alhamdulillah, air sudah mulai masuk kembali melalui pintu air Bendung Suplesi Radda. Semoga alirannya tetap lancar sehingga tanaman padi masyarakat bisa kembali terselamatkan," ujar Syamsu.
Menurut dia, kelancaran aliran air sangat penting bagi petani karena sebagian lahan persawahan saat ini terdampak kekeringan.
Syamsu juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas PUTR Kabupaten Luwu yang menurunkan satu unit alat berat untuk membantu membersihkan material yang menumpuk di bagian saluran yang dapat dilalui kendaraan berat.
"Terima kasih kepada Dinas PUTR yang sudah menurunkan alat berat untuk membantu membersihkan material yang menumpuk di saluran," katanya.
Warga diminta tidak buang sampah ke saluran
Selain membersihkan saluran, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya saluran irigasi.
Unsur Forkopimca mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke saluran air.
Tumpukan sampah yang masuk ke saluran dapat menyebabkan penyumbatan dan menghambat distribusi air menuju lahan pertanian.
Pemerintah dan masyarakat berharap kondisi saluran yang telah dibersihkan dapat membantu memperlancar pasokan air ke persawahan di Kecamatan Belopa dan Kecamatan Suli.
Dengan kembali normalnya aliran air, risiko tanaman padi mengalami kerusakan hingga gagal panen akibat kekeringan diharapkan dapat ditekan.
Kerja bakti tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga infrastruktur irigasi agar tetap berfungsi dan mendukung kebutuhan pertanian.

No comments:
Post a Comment