PALOPO – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan hutan lindung Jalan Poros Palopo-Toraja, Kilometer 16, Kelurahan Battang, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo, Sulawesi Selatan.
Kebakaran
melanda kawasan perbukitan yang dipenuhi vegetasi kering. Petugas Tim
Karhutlah gabungan dari
TNI-Polri, pemadam kebakaran, BPBD, serta masyarakat langsung dikerahkan untuk
melakukan pemadaman agar api tidak meluas.
Lurah
Battang, Rahman, menyatakan
kebakaran di sepanjang Jalan Poros Palopo-Toraja telah terjadi dua kali dalam
sepekan terakhir. Kebakaran pertama diduga dipicu puntung rokok yang dibuang
pengguna jalan, sedangkan kebakaran kedua diduga terjadi akibat gangguan pada
jaringan listrik.
"Adanya
ranting pohon yang jatuh dari atas dan mengenai tiang listrik sehingga
menimbulkan percikan api," kata Rahman, Selasa (25/8/2026) siang.
Menurut
Rahman, proses pemadaman melibatkan seluruh tim penanganan karhutla yang telah
dibentuk di Kota Palopo. Ia mengapresiasi keterlibatan TNI Kodim 1403/Palopo
yang mengerahkan kendaraan water tank bantuan Presiden Republik Indonesia.
"Alhamdulillah
pemadamannya dilakukan oleh semua tim karhutla yang sudah terbentuk di Kota
Palopo," ucapnya.
"Teristimewa
kepada TNI Kodim 1403 Palopo, kami sangat berterima kasih karena bantuan water
tank dari Presiden Republik Indonesia itu sudah digunakan dan sangat membantu
kami dalam melakukan pengendalian api dan pemadaman kebakaran hutan ini,"
lanjutnya.
Sementara
itu, Rahman mengimbau warga tidak melakukan pembakaran dalam bentuk apa pun,
termasuk membakar sampah dan membuka lahan dengan api.
"Tiga
pilar kelurahan selalu berjalan bersama untuk mengimbau masyarakat agar tidak
melakukan pembakaran jenis apa pun, termasuk pembakaran sampah dan pembakaran
lahan," ujar Rahman.
Ia juga
mengingatkan pengguna Jalan Poros Palopo-Toraja, khususnya perokok, agar tidak
membuang puntung rokok sembarangan.
"Kami
juga mengimbau kepada para pengguna jalan, terkhusus bagi para perokok untuk
mematikan puntung rokok sebelum membuang," tuturnya.
Dalam
proses pemadaman, water tank milik Kodim 1403/Palopo digunakan untuk
menyemprotkan air ke sejumlah titik yang masih terbakar. Petugas juga melakukan
penyisiran di sekitar lokasi untuk memastikan api benar-benar padam.
Komandan
Kodim 1403/Palopo Letkol Inf Windra Sukma Prihantoro mengatakan, kondisi medan
yang berada di kawasan perbukitan dengan vegetasi kering menjadi salah satu
tantangan dalam proses pemadaman.
Ia
kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Aktivitas tersebut dinilai berpotensi memicu kebakaran yang lebih besar,
terutama saat musim kemarau.
"Masyarakat
diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi memicu
kebakaran yang lebih luas," imbuhnya Windra.
Setelah
pemadaman dilakukan, petugas gabungan melanjutkan penyisiran di sekitar lokasi.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api maupun titik panas
yang berpotensi kembali memicu kebakaran.
Windra
mengatakan personel Kodim 1403/Palopo siap dikerahkan apabila kembali ditemukan
titik api di wilayah Kota Palopo.
"Kami
mengajak seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk
apa pun. Jika menemukan titik api, prajurit Kodim 1403/Palopo siap diterjunkan
kapan dan di mana pun," harapnya.
Windra meminta
masyarakat segera melaporkan setiap titik api kepada petugas agar kebakaran
dapat ditangani sedini mungkin.
"Segera
laporkan kepada pihak berwajib, baik TNI, Polri, pemerintah desa dan pemadam
kebakaran agar dapat segera ditangani sebelum meluas," jelasnya.
Meski kebakaran telah berhasil dipadamkan, petugas tetap melakukan pemantauan di sekitar kawasan. Kondisi vegetasi yang kering serta cuaca yang terik membuat potensi munculnya kembali titik api masih perlu diwaspadai.

No comments:
Post a Comment