Notification

×

Iklan

INSPIRASI TIMUR INDONESIA

Iklan

Indeks Berita

HUT RI ke-81 di Luwu, Warga hingga Lansia Khidmat Ikuti Upacara

Monday, 17 August 2026 | August 17, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-17T08:42:11Z

LUWU – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, bukan sekadar seremoni tahunan.

 


Di Lapangan Andi Djemma Belopa, Senin (17/8/2026), semangat kemerdekaan terasa hingga ke sudut-sudut lapangan. Warga dari berbagai usia, mulai anak-anak, orang dewasa hingga lanjut usia, datang untuk menyaksikan sekaligus mengikuti jalannya upacara meski tidak semuanya dapat berada di dalam barisan peserta.

 

Saat Sang Merah Putih dikibarkan, warga yang berada di pinggir lapangan turut berdiri dan memberikan penghormatan.

 

Sebagian lainnya mengabadikan momen tersebut menggunakan telepon seluler. Namun, di balik kesederhanaan itu, tersimpan makna kemerdekaan yang begitu dalam bagi masyarakat.

 

Salah satunya seorang ibu rumah tangga, Alang (56). Ia mengaku hampir setiap tahun menyempatkan diri hadir dalam upacara peringatan kemerdekaan.

 

"Saya ikut upacara di sini karena terharu dengan upacaranya. Setiap tahun saya ikut upacara," kata Alang.

 

Bagi Alang, kemerdekaan tidak hanya dimaknai dengan kemeriahan perayaan. Ia berharap momentum HUT ke-81 RI membawa kesehatan, keamanan dan kesejahteraan bagi masyarakat.

 

"Harapan saya, semoga pemerintah dan kami masyarakat sehat-sehat, panjang umur, aman, damai dan mendapat rezeki yang baik," ucapnya.

 

Datang untuk mengenang jasa pahlawan

 

Semangat yang sama juga ditunjukkan seorang Lansia bernama Darmawati (78). Meski telah berusia lanjut, ia tetap menyempatkan diri menghadiri upacara kemerdekaan.

 

Jarak rumah yang tidak terlalu jauh dari Lapangan Andi Djemma menjadi salah satu alasannya. Namun, lebih dari itu, ia ingin terus mengenang jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

 

"Saya setiap tahun ikut upacara karena dekat juga dari rumah. Ikut upacara untuk mengenang perjuangan dan jasa pahlawan," ujar Darmawati.

 

Ada alasan lain yang membuat peringatan tahun ini terasa lebih istimewa bagi Darmawati. Salah satu cucunya menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).

 

"Saya juga bisa melihat cucu saya yang ikut Paskibra," tuturnya.

 

Darmawati diketahui memiliki 17 cucu. Melihat salah satu cucunya menjadi bagian dari upacara kemerdekaan menjadi kebanggaan tersendiri baginya.

 

Di usia senja, harapannya pun sederhana tetapi universal.

 

"Semoga Indonesia damai dan makmur," harapnya.

 

Bupati: Kemerdekaan adalah tanggung jawab generasi penerus

Sementara itu, Bupati Luwu Patahudding mengatakan, kemerdekaan harus dimaknai sebagai tanggung jawab generasi penerus untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan.

 

Menurut dia, perjuangan pada masa kini bukan lagi mengangkat senjata, melainkan membangun daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

"Bagaimana supaya hasil jerih payah para pejuang kita tetap kita perjuangkan. Kita sebagai generasi pelanjut harus memperjuangkan pembangunan demi kemajuan masyarakat Indonesia, khususnya di Kabupaten Luwu," kata Patahudding.

 

Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan, saling menghargai dan saling mendoakan di tengah masyarakat.

 

Patahudding berharap Kabupaten Luwu ke depan dapat tumbuh menjadi daerah yang maju sekaligus memiliki masyarakat yang berkarakter.

 

"Di hari Proklamasi ini, kita harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan, saling menghargai dan saling mendoakan. Mudah-mudahan ke depan Kabupaten Luwu menjadi daerah yang maju dan berkarakter," ujarnya.

 

Pembangunan tersebut, kata dia, diarahkan antara lain melalui penguatan sektor agrobisnis, pertanian dan perkebunan.

 

Jalan, irigasi hingga perkebunan

Patahudding menyebut sejumlah program pembangunan yang menurutnya menjadi bagian penting dari upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat Luwu.

 

Di sektor infrastruktur, Pemerintah Kabupaten Luwu mendapat tambahan Dana Alokasi Umum (DAU) pada 2026. Dukungan tersebut diharapkan dapat digunakan untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur jalan di sejumlah wilayah.

 

"Alhamdulillah kita mendapat infrastruktur jalan daerah dan tambahan DAU untuk tahun 2026. Insyaallah ada beberapa kilometer jalan yang bisa dibangun dan ditingkatkan," ungkapnya.

 

Di sektor pertanian, pemerintah juga mendapat dukungan berupa pembangunan irigasi dan bendung. Sementara untuk perkebunan, bantuan diarahkan pada komoditas seperti kakao, pala dan kopi.

 

Program tersebut diharapkan tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi memberikan dampak langsung terhadap kehidupan petani dan masyarakat di pedesaan.

 

Kampung Nelayan untuk mengatasi hasil tangkapan terbuang

Salah satu program yang juga menjadi perhatian adalah pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Patahudding mengatakan, Kabupaten Luwu mendapatkan pembangunan Kampung Nelayan di 10 titik.

Fasilitas yang disiapkan antara lain cold storage untuk penyimpanan ikan, galangan kapal nelayan serta Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN).

 

Menurut Patahudding, kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat menjawab persoalan yang selama ini dihadapi nelayan, terutama ketika hasil tangkapan melimpah tetapi tidak seluruhnya dapat terserap pasar.

 

Ia menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Kelautan dan Perikanan atas dukungan terhadap pembangunan Kampung Nelayan di Luwu.

 

"Kami sangat bersyukur karena Kampung Nelayan ini mendapat bantuan sebanyak 10 Kampung Nelayan yang tersebar di Kabupaten Luwu," jelas Patahudding.

 

Ia berharap keberadaan Kampung Nelayan dapat memberikan solusi bagi masyarakat pesisir.

 

"Mudah-mudahan dengan hadirnya Kampung Nelayan ini, masyarakat di Kabupaten Luwu bisa mengatasi masalah-masalah kemarin. Ikan yang tidak laku sudah tidak busuk lagi, insyaallah," harapnya.

 

Kemerdekaan yang dimaknai dari hal sederhana

Peringatan HUT ke-81 RI di Lapangan Andi Djemma akhirnya memperlihatkan bahwa kemerdekaan memiliki banyak wajah.

 

Bagi Alang, kemerdekaan adalah kesempatan untuk terus bersyukur dan berharap kehidupan yang aman serta penuh keberkahan.

 

Bagi Darmawati, kemerdekaan adalah kesempatan untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus menyaksikan generasi penerus, termasuk cucunya, mengambil bagian dalam upacara.

 

Sementara bagi pemerintah daerah, kemerdekaan menjadi pengingat bahwa pembangunan harus terus dilanjutkan agar hasil perjuangan para pahlawan dapat dirasakan masyarakat.

 

Diantara kibaran Merah Putih dan suara penghormatan di Lapangan Andi Djemma, pesan itu terasa sederhana: kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi tentang memastikan masa depan menjadi lebih baik bagi generasi berikutnya.

 

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update