Notification

×

Iklan

INSPIRASI TIMUR INDONESIA

Iklan

Indeks Berita

BMKG: Sejumlah Wilayah Sulsel Berpotensi Alami Kekeringan Meteorologis pada Awal September 2026

Monday, 31 August 2026 | August 31, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-31T13:38:13Z

MAKASSAR – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis untuk sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan pada dasarian I September 2026.

Peringatan tersebut berlaku untuk periode 1 hingga 10 September 2026. Kondisi kekeringan dipengaruhi oleh masih berlangsungnya musim kemarau di sebagian besar wilayah Sulawesi Selatan.


Berdasarkan informasi peringatan dini cuaca dan iklim dasarian I September 2026, hingga dasarian III Agustus 2026 terdapat 22 wilayah Zona Musim yang telah memasuki musim kemarau 2026.


Wilayah tersebut meliputi sebagian besar Bulukumba, Sinjai bagian barat, sebagian besar Bone, serta seluruh wilayah Kepulauan Selayar, Bantaeng, Jeneponto, Gowa, Takalar, Makassar, Maros, Pangkep, Barru, Soppeng, Parepare, Pinrang, Sidrap, Enrekang, Wajo, Tana Toraja, Toraja Utara, Palopo, Luwu, Luwu Utara dan Luwu Timur.


Sejumlah Wilayah Luwu Terancam Kekeringan


Untuk wilayah Luwu Raya, BMKG mencatat sejumlah kecamatan masuk dalam kategori peringatan dini kekeringan meteorologis.


Di Kabupaten Luwu, kategori waspada meliputi Bajo, Belopa, Utara, Bua, Kamanre dan Lamasi.


Sementara kategori siaga mencakup Luwu Timur, Bajo Barat, Belopa, Suli Barat dan Walenrang Timur.


Adapun kategori awas tercatat di Bassesangtempe dan Bua Ponrang.


Di Kota Palopo, sejumlah wilayah juga masuk dalam peringatan dini kekeringan kategori waspada. Wilayah tersebut meliputi Bara, Sendana, Telluwanua, Wara Barat, Mungkajang dan Wara Utara.


Sementara di Kabupaten Luwu Timur, wilayah Towuti tercatat masuk dalam daftar peringatan dini kekeringan.


Untuk Kabupaten Luwu Utara, wilayah yang masuk kategori waspada meliputi Baebunta, Rampi, Malangke Barat dan Malangke.


Hujan Lebat Belum Diprediksi


Di tengah kondisi kekeringan tersebut, BMKG juga menyampaikan bahwa tidak terdapat wilayah di Sulawesi Selatan yang diprakirakan mengalami hujan sedang hingga lebat pada 1–3 September 2026.


Kondisi serupa diprakirakan terjadi pada 4–6 September serta 7–10 September 2026.


Dengan demikian, tidak ada wilayah yang masuk dalam potensi hujan sedang hingga lebat berdasarkan prakiraan cuaca 10 harian untuk dasarian I September.


BMKG juga tidak mengeluarkan peringatan dini curah hujan tinggi untuk periode tersebut.


Tidak ada kabupaten/kota di Sulawesi Selatan yang masuk kategori waspada dengan curah hujan 150–200 milimeter per dasarian, siaga 200–300 milimeter per dasarian, maupun awas di atas 300 milimeter per dasarian.


Dipengaruhi El Nino Sangat Kuat


Kondisi iklim Sulawesi Selatan saat ini juga dipengaruhi dinamika iklim global.


BMKG mencatat ENSO berada dalam kondisi El Nino sangat kuat, dengan indeks SST Nino 3.4 berada pada angka +2,22.


Sementara itu, Indian Ocean Dipole (IOD) berada dalam fase netral dengan indeks +0,09.


BMKG memprediksi IOD berpeluang berada pada fase positif hingga akhir 2026.


Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi pola curah hujan di wilayah Indonesia, termasuk Sulawesi Selatan.


BMKG Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan


BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk menjadikan informasi peringatan dini tersebut sebagai bahan kewaspadaan dan pertimbangan dalam melakukan langkah mitigasi terhadap dampak kekeringan.


Kondisi ini juga perlu menjadi perhatian sektor yang bergantung pada ketersediaan air, seperti pertanian, perkebunan, peternakan dan kebutuhan air masyarakat.


BMKG mengingatkan bahwa informasi peringatan dini dapat diperbarui mengikuti perkembangan kondisi atmosfer dan iklim.


Masyarakat maupun pemerintah daerah yang membutuhkan informasi lebih rinci mengenai iklim, prakiraan cuaca dan peringatan dini dapat menghubungi kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) BMKG terdekat.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update