TNI AD Bangun Harapan di Panti Asuhan Nur Ilahi, Puluhan Anak Kini Tinggal Lebih Nyaman

PALOPO – Tawa anak-anak terdengar riang dari sudut-sudut Panti Asuhan Nur Ilahi di Kelurahan Temmalebba, Kecamatan Bara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Bangunan yang sebelumnya mengalami banyak kerusakan kini tampil lebih nyaman dan layak huni setelah menjalani rehabilitasi melalui program TNI Angkatan Darat.


Perubahan itu menjadi perhatian tim penilai dari Mabes TNI AD yang dipimpin Brigjen TNI Boemi Ario Bimo saat melakukan peninjauan langsung ke panti asuhan tersebut.


Kunjungan itu tidak hanya meninjau hasil rehabilitasi bangunan, tetapi juga diisi dengan penyerahan akta kelahiran kepada anak panti, bantuan tali asih berupa dana, paket sembako, serta kitab suci.


Bagi anak-anak penghuni panti, bantuan tersebut bukan sekadar renovasi fisik. Mereka kini memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman untuk belajar, beribadah, serta menata masa depan.


Brigjen TNI Boemi Ario Bimo menjelaskan bahwa program rehabilitasi panti asuhan merupakan bagian dari kegiatan teritorial TNI AD yang dilaksanakan serentak di 47 Komando Resor Militer (Korem) di seluruh Indonesia.


"Dari 47 Korem yang melaksanakan program ini, dipilih lima yang terbaik untuk dinilai. Salah satunya adalah rehabilitasi Panti Asuhan Nur Ilahi yang dilaksanakan Korem 141/Toddopuli," ujarnya.


Menurut dia, anggaran awal yang diberikan TNI AD untuk rehabilitasi panti asuhan sekitar Rp50 juta. Namun, Korem 141/Toddopuli mampu mengembangkan program tersebut dengan dukungan tambahan sehingga nilai rehabilitasi yang dilakukan jauh lebih besar.


Hasilnya terlihat jelas. Bangunan yang sebelumnya mengalami berbagai kerusakan kini berubah menjadi lingkungan yang lebih layak bagi puluhan anak yang tinggal di dalamnya.


"Kami berharap bantuan ini benar-benar bermanfaat bagi anak-anak panti. Mereka bisa tinggal dengan nyaman, belajar dengan baik, dan memiliki cita-cita yang tinggi untuk masa depan mereka," kata Boemi.


Perubahan besar yang terjadi di Panti Asuhan Nur Ilahi juga dirasakan langsung oleh pengelola panti, Andi Dian Anggreni.


Dengan mata berkaca-kaca, ia mengaku tidak pernah membayangkan panti asuhan yang selama ini mereka kelola akan berubah sedrastis sekarang.


"Alhamdulillah, kami tidak pernah membayangkan bisa sebagus ini, secantik ini, dan senyaman ini. Awalnya kami pikir hanya ada sedikit perbaikan, ternyata hampir semua bagian panti dibenahi, mulai dari kamar-kamar hingga mushala," ungkapnya.


Ia mengatakan proses rehabilitasi dilakukan dengan penuh dedikasi oleh personel TNI yang bekerja dari pagi hingga malam hari.


"Sekarang kami hanya bisa mengucapkan terima kasih dan mendoakan semoga semua yang terlibat diberikan kelancaran dan keberkahan," katanya.


Saat ini Panti Asuhan Nur Ilahi mengasuh 48 anak dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas. Bahkan, tahun ini empat anak asuh dipersiapkan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.


"Semoga anak-anak kami bisa terus mendapatkan kemudahan untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi," ujar Dian.


Sementara itu, Komandan Kodim 1403/Palopo Letkol Infanteri Windra Sukma Prihantoro menyampaikan apresiasi atas kunjungan tim Mabes TNI AD untuk melihat langsung progres rehabilitasi panti asuhan tersebut.


Menurut Windra, program yang diinisiasi Kepala Staf Angkatan Darat itu merupakan bentuk nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat.


"Program ini bertujuan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekaligus membantu mengatasi kesulitan yang dihadapi warga di sekitar," katanya.


Ia menjelaskan proses rehabilitasi dimulai sejak awal Mei 2026. Dalam waktu sekitar 36 hari, personel TNI bekerja tanpa mengenal waktu demi menyelesaikan seluruh pekerjaan tepat waktu.


"Kami bekerja pagi, siang, sore, bahkan malam. Anggota masih terus siaga di lokasi. Ini menjadi bukti bahwa TNI Angkatan Darat hadir dan akan selalu ada di tengah masyarakat," ujar Windra.


Kini, bangunan yang dulu penuh keterbatasan telah menjelma menjadi rumah yang lebih layak bagi puluhan anak untuk tumbuh dan mengejar mimpi. Di balik tembok-tembok yang baru dicat dan kamar-kamar yang telah diperbaiki, tersimpan harapan baru bahwa masa depan mereka juga akan ikut berubah menjadi lebih baik. 

Previous Post Next Post