Dugaan Pemotongan Dana BOK di Puskesmas Ponrang Disorot, Dinkes Luwu Minta Klarifikasi

LUWU - Kepala Puskesmas Kecamatan Ponrang, Kabupaten Luwu, diduga melakukan pemotongan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) sebesar 10 persen setiap bulan. Dugaan tersebut disebut telah berlangsung selama tiga bulan terakhir dan memicu sorotan dari internal puskesmas.



Informasi yang dihimpun menyebutkan, pemotongan dilakukan terhadap jasa dana BOK yang diterima tenaga kesehatan setiap bulan. Padahal, dana BOK merupakan anggaran pemerintah yang diperuntukkan mendukung operasional pelayanan kesehatan di puskesmas, baik pelayanan di dalam maupun luar gedung.


Dana itu umumnya digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat, seperti pelayanan promotif dan preventif, kegiatan posyandu, kunjungan lapangan, penyuluhan kesehatan, pelayanan ibu dan anak, hingga operasional tenaga kesehatan di wilayah kerja puskesmas.


Sumber internal menyebut, pemotongan jasa dana BOK sebesar 10 persen dilakukan setiap bulan dan dinilai tidak sesuai dengan ketentuan pengelolaan dana BOK.


“Pemotongan jasa BOK 10 persen tiap bulan dilakukan oleh kapus. Peruntukan pemotongan jasa itu juga tidak jelas,” ujar sumber kepada media, Kamis (21/5/2026).


Sumber tersebut mempertanyakan alokasi hasil pemotongan dana tersebut. Ia juga menyoroti apakah kebijakan itu diketahui Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu atau merupakan inisiatif internal pihak puskesmas.


“Yang jadi pertanyaan, pemotongan itu untuk apa? Apakah diketahui kepala dinas kesehatan atau hanya inisiatif kapus sendiri,” tambahnya.


Dugaan itu menjadi perhatian karena penggunaan dana BOK telah diatur secara khusus melalui petunjuk teknis Kementerian Kesehatan. Setiap penggunaan maupun pembagian jasa dana BOK seharusnya dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku.


Sementara itu, Kepala Puskesmas Ponrang, Simon Kondo, membantah tudingan tersebut ditujukan kepadanya. Ia menegaskan bahwa dugaan pemotongan yang disebut berlangsung selama tiga bulan terjadi sebelum dirinya menjabat sebagai kepala puskesmas.


“Terima kasih atas infonya pak. Saya jelaskan bahwa info yang bapak sampaikan sudah tiga bulan berjalan, sementara saya baru satu bulan menjabat. Jadi mungkin kita salah sasaran,” tulis Simon melalui pesan WhatsApp, Kamis.


Simon juga mengaku terbuka apabila media ingin melakukan konfirmasi langsung di ruang kerjanya maupun melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu.


“Saya terbuka pak kalau mau konfirmasi langsung sama saya di ruangan saya. Hubungi saja saya kalau mau datang, saya atur waktu, atau sama ibu kadis,” lanjutnya.


Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu, dr. Rosnawary, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima informasi terkait dugaan pemotongan dana BOK tersebut.


Namun, ia menegaskan bahwa Dinas Kesehatan tidak pernah mengeluarkan arahan terkait pemotongan dana BOK di seluruh puskesmas.


“Terkait pemotongan BOK dan lain-lain di puskesmas, kami dari dinas kesehatan tidak ada arahan terkait hal tersebut. Kami juga sudah konfirmasi ke semua puskesmas bahwa tidak ada pemotongan yang dimaksud,” ujar Rosnawary.


Menurutnya, pihak dinas kesehatan juga telah meminta klarifikasi langsung kepada Kepala Puskesmas Ponrang terkait persoalan tersebut.


“Untuk pemotongan di Puskesmas Ponrang, kami sudah meminta klarifikasi dari Kapus Ponrang dan beliau menyampaikan bahwa pemotongan yang sebelumnya diperuntukkan untuk pembayaran jasa dokter, tenaga non paruh waktu, serta cleaning service di puskesmas,” jelasnya.

Previous Post Next Post