PALOPO – Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) menjalin kerja sama dengan PT Masmindo Dwi Area (MDA) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang dilaksanakan di Gedung SCC, Kota Palopo, usai prosesi wisuda, Kamis (30/4/2026) siang.
Penandatanganan
dilakukan langsung oleh Rektor UNCP, Sri Hastuty
Saruman, bersama Direktur PT Masmindo Dwi Area, Erlangga Gaffar.
Kerja
sama ini diharapkan memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri,
khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia, riset, mitigasi bencana,
serta membuka peluang kerja bagi lulusan UNCP.
Wakil
Rektor Bidang Akademik UNCP, Irwan Ramli,
mengatakan kerja sama tersebut difokuskan pada penguatan tridharma perguruan
tinggi, terutama aspek pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya,
UNCP bersama PT Masmindo Dwi Area akan mengedukasi masyarakat, khususnya di
wilayah lingkar tambang, terkait mitigasi dan penanganan bencana, mulai dari
kesiapsiagaan hingga pascabencana.
“Kerja
sama ini kami fokuskan pada edukasi masyarakat melalui pembentukan Desa Tangguh
Bencana, sehingga masyarakat lebih siap menghadapi risiko bencana,” kata Irwan.
Selain
itu, kerja sama juga mencakup program magang mahasiswa di perusahaan, yang
diharapkan memberi pengalaman praktis sekaligus meningkatkan kompetensi
lulusan.
Irwan
menambahkan, pemilihan PT Masmindo Dwi Area sebagai mitra didasarkan pada
keberadaannya sebagai salah satu pelaku industri di wilayah tersebut, serta
kesesuaian program dengan fokus UNCP.
“Kebetulan
Masmindo juga memiliki program pembentukan desa tangguh bencana di sekitar
Latimojong. Kami juga memiliki pusat studi bencana dan pemetaan, sehingga
program ini saling terhubung,” ujarnya.
Sementara
itu, Ketua Pusat Studi Pemetaan dan Bencana (PUSPENA) UNCP, Ichwan Muis, menjelaskan kolaborasi ini telah
terjalin sejak 2024 melalui penelitian terhadap sejumlah titik longsor dan
kejadian banjir bandang.
“Hasil
penelitian tersebut kami presentasikan dan direspons oleh PT Masmindo Dwi Area
untuk ditindaklanjuti dalam bentuk kerja sama pengabdian kepada masyarakat,”
ujar Ichwan.
Ichwan
menuturkan, implementasi kerja sama diwujudkan melalui pembentukan Desa Tangguh Bencana di wilayah lingkar
tambang Kecamatan Latimojong. Awalnya mencakup dua desa, dan pada 2026 akan
diperluas menjadi sekitar enam desa.
“Pada
2026 ini, MoU menjadi langkah pengembangan dari program yang sudah berjalan.
Dari dua desa, kini ditargetkan menjangkau sekitar enam desa dengan penambahan
empat desa baru,” jelasnya.
Menurutnya,
program tersebut akan memperkuat kelembagaan, infrastruktur, serta pelatihan
simulasi bencana guna meningkatkan kapasitas masyarakat.
Ichwan
menegaskan, penandatanganan MoU ini menjadi bentuk keseriusan kedua pihak dalam
upaya mitigasi risiko bencana di kawasan Latimojong.
Kedepan, kerja sama ini juga
berpotensi diperluas ke bidang lain, seperti pengembangan kapasitas, pelatihan
kerja, hingga persiapan alumni untuk berkarier di sektor pertambangan.
