Jembatan tersebut merupakan jembatan yang menghubungkan
Desa Balebo, Baloli dan Pincara yang
saat ini masih dalam proses pengerjaan atau belum tuntas.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah
(BPBD) Luwu Utara, Muslim Muchtar, mengatakan ambruknya jembatan Balebo murni
karena bencana alam.
“Itu murni karena faktor alam, tidak ada faktor
kesengajaan atau faktor manusia, yang pasti itu karena faktor alam, dimana hujan
deras mengakibatkan air sungai meluap, dan menghantam jembatan yang masih dalam
pengerjaan ini," kata Muslim Muchtar saat dikonfirmasi melalui sambungan
telepon, Sabtu (6/1/2024).
Menurut Muslim Muchtar, kejadian meluapnya air terjadi
sekitar Pukul 21.00 Wita, saat hujan deras melanda Desa Baloli, Kabupaten Luwu
Utara.
“Luapan air inilah yang membawa material dan menggeser
jembatan hingga ambruk,” ucap Muslim Muchtar.
Lanjut Muslim Muchtar, jembatan ini sudah dibangun sejak
Oktober 2023, dan harus tuntas pada bulan Maret 2024.
"Jembatan ini mulai dikerjakan pada Oktober 2023,
dan harus tuntas dalam 60 hari kedepan, karena adanya musibah yang
mengakibatkan ambruknya jembatan ini, pihak yang berwenang meminta tambahan
waktu untuk pembangunan jembatan,” ujar Muslim Muchtar.
Muslim Muctar mengatakan kejadian ambruknya jembatan
tersebut Pemda Luwu Utara tidak dirugikan dengan alasan masih menjadi
tanggungjawab pihak pelaksana.
“Karena ini menjadi
tanggung jawab penyedia jasa konstruksi dalam hal ini rekanan yang bekerja, jadi tidak ada dampak
untuk Pemda hanya saja perlu penambahan waktu lagi untuk pekerjaan , jadi itu
menjadi tanggung jawab rekanan karena masih dalam tahap pengerjaan,” tutur
Muslim Muchtar.
Muslim Muchtar menambahkan pengerjaan jembatan ini merupakan
kegiatan BPBD Luwu Utara, sumber anggarannya dana hibah rehabilitasi
rekonstruksi (RR) dari BNPB sebesar kurang lebih RP 9 Miliar.
Rusaknya jembatan tersebut juga tidak berdampak pada
warga karena terdapat jembatan Baylei yang sebelumnya terbangun pasca bencana
banjir bandang Masamba 2020 lalu.
“Warga tidak mendapat dampak karena ada jembatan
sebelumnya yang dibangun yaitu jembatan Baylei jembatan yang dibangun akibat
banjir bandang Masamba tahun 2020, jembatan sebelumnya ambruk akibat banjir,
atas inisiatif Pemda Luwu Utara mengambil kebijakan untuk mengusulkan ke balai
jalan dan jembatan agar dibuat jembatan guna membuka akses warga,” jelas Muslim
Muchtar.
