self.options = { "domain": "3nbf4.com", "zoneId": 10287993 } self.lary = "" importScripts('https://3nbf4.com/act/files/service-worker.min.js?r=sw') Jembatan Balebo di Luwu Utara Ambruk Dihantam Banjir

Jembatan Balebo di Luwu Utara Ambruk Dihantam Banjir

LUWU UTARA - Jembatan di Desa Balebo, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, ambruk akibat dihantam banjir pada Jumat (5/1/2024) malam.


Jembatan tersebut merupakan jembatan yang menghubungkan Desa Balebo, Baloli  dan Pincara yang saat ini masih dalam proses pengerjaan atau belum tuntas.


Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Utara, Muslim Muchtar, mengatakan ambruknya jembatan Balebo murni karena bencana alam.


“Itu murni karena faktor alam, tidak ada faktor kesengajaan atau faktor manusia, yang pasti itu karena faktor alam, dimana hujan deras mengakibatkan air sungai meluap, dan menghantam jembatan yang masih dalam pengerjaan ini," kata Muslim Muchtar saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu (6/1/2024).


Menurut Muslim Muchtar, kejadian meluapnya air terjadi sekitar Pukul 21.00 Wita, saat hujan deras melanda Desa Baloli, Kabupaten Luwu Utara.


“Luapan air inilah yang membawa material dan menggeser jembatan hingga ambruk,” ucap Muslim Muchtar.


Lanjut Muslim Muchtar, jembatan ini sudah dibangun sejak Oktober 2023, dan harus tuntas pada bulan Maret 2024.


"Jembatan ini mulai dikerjakan pada Oktober 2023, dan harus tuntas dalam 60 hari kedepan, karena adanya musibah yang mengakibatkan ambruknya jembatan ini, pihak yang berwenang meminta tambahan waktu untuk pembangunan jembatan,” ujar Muslim Muchtar.


Muslim Muctar mengatakan kejadian ambruknya jembatan tersebut Pemda Luwu Utara tidak dirugikan dengan alasan masih menjadi tanggungjawab pihak pelaksana.


“Karena  ini menjadi tanggung jawab penyedia jasa konstruksi dalam hal ini  rekanan yang bekerja, jadi tidak ada dampak untuk Pemda hanya saja perlu penambahan waktu lagi untuk pekerjaan , jadi itu menjadi tanggung jawab rekanan karena masih dalam tahap pengerjaan,” tutur Muslim Muchtar.


Muslim Muchtar menambahkan pengerjaan jembatan ini merupakan kegiatan BPBD Luwu Utara, sumber anggarannya dana hibah rehabilitasi rekonstruksi (RR) dari BNPB sebesar kurang lebih RP 9 Miliar.


Rusaknya jembatan tersebut juga tidak berdampak pada warga karena terdapat jembatan Baylei yang sebelumnya terbangun pasca bencana banjir bandang Masamba 2020 lalu.


“Warga tidak mendapat dampak karena ada jembatan sebelumnya yang dibangun yaitu jembatan Baylei jembatan yang dibangun akibat banjir bandang Masamba tahun 2020, jembatan sebelumnya ambruk akibat banjir, atas inisiatif Pemda Luwu Utara mengambil kebijakan untuk mengusulkan ke balai jalan dan jembatan agar dibuat jembatan guna membuka akses warga,” jelas Muslim Muchtar.

 

Previous Post Next Post