Inspirasi Timur

 


 


LUWU UTARA - Ronny Abbas adalah salah seorang pendukung Indah Putri Indriani (IDP) pada Pilkada 2015 lalu, kali ini menyatakan diri siap memenangkan Muh. Thahar Rum dan Rahmat Laguni pada Pilkada 9 Desember mendatang. 

Menurutnya ada beberapa alasan dirinya lebih memilih mendukung Muh. Thahar Rum dan Rahmat Laguni pada Pilkada 2020. 

"Pilkada 2015 lalu saya ikut mendukung pasangan Indah dan Thahar (Pintar) karena ada pak Thahar di sana. Dengan majunya Pak Thahar di pilkada 2020, otomatis saya ikut mendukung Thahar-Rahmat,"kata Ronny Abbas, melalui pesan singkat WhatsApp, Senin (26/10/2020). 

Ia juga menyebutkan bahwa selama indah Putri Indriani (IDP) jadi pucuk pimpinan di Luwu Utara, bukannya kemajan untuk lutra malah kehancuran yang ada.  Oleh karena itu, saya  bersama tim pendukung indah sebelumnya berkewajiban untuk menyetop kekuasaan dari IDP agar tidak berlanjut karena Luwu Utara dibawah kepemimpinannya tidak ada kemajuan. 

"Masyarakat Luwu Utara harus cerdas memilih pemimpin di pilkada ini, jangan pilih pemimpin yang selalu mengatakan keberhasilan tapi hasilnya malah keterpurukan, bukti validnya adalah Luwu Utara berada di urutan ke 3 terbawah kab/kota termiskin di sulsel, padahal Luwu Utara terkenal sebagai wilayah yang sangat subur,"jelas Ronny Abbas. 

Ronny Abbas juga menyebutkan bahwa sosok pak thahar saya sudah kenal dari kecil,  kala itu dirinya masih duduk dibangku sekolah SMP.  Orang tua saya pindah ke sabbang , orangnya sangat baik, punya komitmen kemajuan, dia (Thahar) birokrat yang mumpuni karena memulai karier dari bawah sampai wakil bupati dan sekarang sudah waktunya beliau memimpin Luwu Utara ke depan. 

"Pastinya saya mendukung pak thahar karena saya yakin beliau mumpuni untuk mepmimpin lutra ke depan , orangnya komitmen dan tidak melupakan orang yang pernah membantunya,"ucap Ronnya Abbas. 

"Saya berharap,apabila beliau ada rezeki memimpin lutra ke depan agar jangan mengulangi kesalahan-kesalahan pemimpin sebelumnya , hal yang paling sering orang soroti adalah adanya istilah kosong-kosong di dalam keluarga bupati tersebut.  Jangan sampai terulang lagi dan satu lagi jangan pernah lupa dengan perjuangan orang-orang yang pernah memperjuangkannya walaupun itu cuma senyuman, jangan sampai kejadian waktu mau calon bupati biar dapur orang di masuki juga cuci piring pas terpilih sapa dan senyum juga hilang,"pintanya. (*)

Previous Post Next Post