Update Korban Banjir Luwu Utara, 16 Korban Telah Dievakuasi
INSPIRASI TIMUR INDONESIA
Luwu Utara, Inspirasitimur.com –Korban jiwa akibat banjir bandang di wilayah Masamba dan sekitarnya, Kabupaten Luwu Utara, Sulsel, Selasa (14/7/2020), sekitar pukul 16:00 Wita, terdata sudah 16 orang.

Tim BPBD Kota Palopo bahkan berhasil mengevakuasi satu mayat korban banjir tersangkut diatas sebuah pohon di wilayah Radda, sekitar pukul 14:30 Wita, sore tadi.

 “Satu mayat korban yang teman-teman dari BPBD Palopo evakuasi sudah dibawa ke RSUD Andi Djemma Masamba,” kata Kepala BPBD Palopo, Anthonius Dengen.

Anthonius mengatakan, hingga saat ini, tim BPBD Palopo bersama BPBD Lutra dan para relawan dari berbagai unsur terkait, masih fokus melakukan pencarian korban banjir bandang ini, karena masih ratusan warga dilaporkan hilang.

“Tim pencari sangat kewalahan, karena banyak lokasi yang tertimbun lumpur. Banyak juga rumah tertimbun lumpur,” katanya.

Dari informasi yang dihimpun, hingga sore ini, sekitar pukul 16:00 Wita, sudah 16 korban meninggal dunia akibat banjir bandang Lutra ditemukan. Dari 16 korban jiwa, 4 korban dievakuasi ke Puskesmas Baebunta, dan 12 korban lainnya dievakuasi ke RSUD Andi Djemma Masamba.

Selain 16 korban jiwa, puluhan warga juga mengalami luka-luka dirawat di Puskesmas Baebunta, RSUD Andi Djemma, termasuk RS Hikma Masamba.

Diperkirakan, korban meninggal dunia akan terus bertambah karena banyaknya warga melaporkan keluarganya masih hilang.

 Upaya pencarian juga terus dilakukan tim SAR dan relawan bersama tim BPBD dari berbagai daerah di Luwu Raya yang sudah tiba di lokasi bencana.

Kepala BPBD Lutra, Muslim Muhktar, ikut memperkirakan, banjir bandang ini menelan banyak korban jiwa. Sebab, hingga Selasa (14/7/2020) sore ini, pukul 16:00 Wita, masih ratusan warga dilaporkan hilang.

“Upaya pencarian terhadap korban hilang terus dilakukan melibatkan tim SAR, personel TNI, Polri, berbagai tim relawan, termasuk personel BPBD. “Sebagian besar yang dilaporkan hilang bayi, anak kecil, termasuk orang tua,” katanya.

Sementara itu, satu desa dan satu dusun di Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, masih terisolasi akibat banjir bandang Sungai Radda. Desa Meli dan Dusun Petambua di Desa Radda yang dihuni ribuan jiwa.

 “Saat ini Dusun Petambua dan Desa Meli masih terisolasi,” kata anggota DPRD Luwu Utara Muhammad Azhal Arifin, Selasa (14/7/2020).

Azhal menyebut, satu desa dan satu dusun itu terisolir karena wilayahnya tertutup lumpur. Jalan tertutup lumpur setinggi satu hingga dua meter.

 “Saya memperkirakan ratusan rumah juga tertimbun lumpur di sana. Kita belum tahu bagaimana kondisi di atas. Semoga saja semua keluarga di atas baik-baik saja,” tuturnya.

Sementara itu, warga Radda, Kecamatan Masamba, bernama Eddi, salah satu saksi mata yang melihat ganasnya banjir bandang yang menerjang wilayah ibukota Kabupaten Lutra, Senin (13/7/2020) malam, mengaku menyaksikan puluhan warga terseret banjir yang datangnya seperti air bah.

Menurut Eddi, awal bencana ini terjadi sekitar pukul 19:00 Wita, air mulai naik. Sebelum magrib, tersiar kabar bahwa tiang listrik di dekat Jembatan Radda tumbang karena banjir. Usai salat Magrib, semakin banyak warga berdatangan ke sekitar Jembatan Radda.

Nah, saat itulah, sekitar pukul 19:00 Wita, banjir mulai datang menyapu Jembatan Radda dan sekitarnya. Dia menyebut, ada beberapa mobil dan motor tersapu banjir. Tak sedikit warga yang ikut terseret banjir.

“Banyak warga berteriak minta tolong, mereka terseret banjir. Saya melihat ratusan orang terseret, saling berusaha menyelamatkan diri dari derasnya banjir bercampur lumpur,” cerita Eddi.

Eddi menyebutkan, suasana saat itu sangat panik, karena arus air sangat deras.

“Om dan tante saya masih ada yang belum ditemukan,” kata Eddi.

(*)
Previous Post Next Post