Inspirasi Timur

 



LUWU UTARA - Untuk menggerakkan ekonomi warga khususnya yang berada di Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Pemerintah Daerah (Pemda) Luwu Utara rampungkan 22 KM ruas Mabusa-Malimongan.
Pergerakan ekonomi terutama di wilayah pedesaan agar tetap tumbuh dengan menggenjot perbaikan infrastruktur di wilayah pegunungan, Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani menjadikan Kecamatan Seko sebagai satu diantara prioritas pembangunan infrastruktur baik Pemda Luwu Utara maupun Pemerintah Provinsi.
Ruas jalan Mabusa - Malimongan misalnya yang sudah dikerjakan sejak awal tahun 2018 lalu kini sudah dapat dinikmati oleh masyarakat desa setempat. 
Kondisi jalan sepanjang 24 kilometer yang menghubungkan Dusun Mabusa Desa Rinding Allo di Kecamatan Rongkong dan Desa Malimongan Kecamatan Seko kini dapat ditempuh dengan hitungan sekitar 3 jam dari kondisi sebelumnya yang bisa mencapai seharian penuh terlebih saat intensitas hujan tinggi.
"Sebelum jalur Mabusa-Malimongan dirintis, masyarakat yang ingin ke Seko Tengah dan Seko Lemo biasanya harus keliling dulu sehingga jaraknya sangat jauh. Sekarang mereka yang ingin ke Seko Tengah bisa masuk melalui Mabusa. Dari sepanjang 24 kilometer tertinggal 2 kilometer lagi yang masih sementara dibenahi oleh Pemerintah Daerah," kata  Suaib Mansur Kepala Dinas PUPR Luwu Utara saat mendampingi Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani pada kunjungan kerja peninjauan jalan sekaligus peresmian Sarana Air Bersih di Desa Malimongan, Seko, Senin (1/6/2020) lalu. 
Suaib menjelaskan, pembangunan infrastruktur jalan juga telah merambah ke wilayah pegunungan lainnya, selain Rongkong dan seko, perbaikan jalan menuju ke Rampi sementara dalam tahap pemeliharaan. 
"Hal ini kita lakukan agar pergerakan ekonomi masyarakat di daerah pegunungan khususnya, bisa berjalan lancar. Apalagi saya lihat beberapa wilayah desa produksi lokal sangat unggul tapi mereka butuh transportasi dan prasarana jalan yang baik. Kalau ini selesai, kita akan benahi yang lain agar pembangunan merata kesemua wilayah, termasuk Rampi yang saat ini sedang dalam pemeliharaan. Karena berbicara jalan itu tahapannya dari perintisan, pengerasan, dan ditutup jika memungkinkan dengan pengaspalan. Kita tidak menampik, Rampi memang ada kendala di struktur jalan, tapi tentu kita tidak berhenti untuk mencari solusi. Mari kita bersama menjaga apa yang harus kita pelihara," harap Suaib. (RLS/put)
Previous Post Next Post