Sejak 2015 Jalan ke Rampi Sudah Dibuka Tapi Terkendala Medan





LUWU UTARA  - Warga kecamatan Rampi kabupaten Luwu Utara, terkendala dengan akses jalan untuk sampai ke ibu kota kabupaten yakni di Masamba. Untuk sampai di ibu kota warga umumnya mengandalkan kendaraan ojek, dengan memilih dua jalur yakni jalur langsung dari Rampi dan jalur berputar melalui kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kabupaten Luwu Utara, Suaib Mansur mengakui jika warga kerap menggunakan akses lewat lembah Bada, kabupaten Poso karena akses lebih mendukung dan mempercepat sampai ke tujuan.
 
“Selama ini akses jalan darat yang pengojek lalukan itu ada dua arah yakni arah Masamba dan arah Poso melalui Bada, banyak yang melalui akses Bada kabupaten Poso karena sebgian bisa ditempuh dengan kendaraan roda empat tetapi tidak sampai di Rampi juga karena karena harus jalan kaki lagi sebagian,” katanya, Rabu (13/02/2019).

Kata dia, yang pertama dilakukan pemerintah daerah Luwu Utara agar akses lancar yakni membuka ketrisolasian agar kendaraan ojek bisa lebih lancar.

“Kendaraan ojek dulu yang kami utamakan untuk kelancaran aksesnya, karena sebagian besar barang-barang kebutuhan masyarakat Rampi selama ini disuplai lewat pesawat kargo tetapi lebih efektif dan lebih banyak melalui ojek, jadi itu dulu yang kami lancarkan dan pada nantinya ketika sudah tembus kami usahakan untuk dilalui roda empat dengan kondisi kendaraan yang khusus misalnya double cabin,” ujarnya.

Menurutnya, bahwa sejak 2015 jalan ke Rampi sudah mulai dibuka untuk lebar rata-rata 4 hingga 4,5 meter dengan kondisi medan yang sulit dan membutuhkan waktu.

“Sekarang ini sudah sampai dengan total jarak dari Masamba ke Rampi 82 kilometer dan itu sudah sampai di kilometer 60 hanya saja untuk akses kendaraan roda 4 belum dibuka tapi selama ini kendaraan Ojek yang biasanya bermalam di jalan sudah bisa ditempuh sehari atau 7 jam,” ucapnya.

Belum bisanya kendaraan roda empat untuk melintas karena masih terkendala dengan pembuatan jembatan yang sedang dibuat dan kondisi medan yang belum mendukung.

“Memang medan kalau dari segi tekstur tanahnya berpasir jadi harus menguatkan dulu lerengnya, permukaan jalannya diperbaiki setelah itu akses roda empat bisa dibuka,”ujarnya.
Previous Post Next Post