LUWU UTARA - Warga kecamatan
Rampi kabupaten Luwu Utara, terkendala dengan akses jalan untuk sampai ke ibu
kota kabupaten yakni di Masamba. Untuk sampai di ibu kota warga umumnya
mengandalkan kendaraan ojek, dengan memilih dua jalur yakni jalur langsung dari
Rampi dan jalur berputar melalui kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan
Ruang (PUPR) kabupaten Luwu Utara, Suaib Mansur mengakui jika warga kerap
menggunakan akses lewat lembah Bada, kabupaten Poso karena akses lebih
mendukung dan mempercepat sampai ke tujuan.
“Selama ini akses jalan darat yang pengojek
lalukan itu ada dua arah yakni arah Masamba dan arah Poso melalui Bada, banyak
yang melalui akses Bada kabupaten Poso karena sebgian bisa ditempuh dengan
kendaraan roda empat tetapi tidak sampai di Rampi juga karena karena harus
jalan kaki lagi sebagian,” katanya, Rabu (13/02/2019).
Kata dia, yang pertama dilakukan pemerintah
daerah Luwu Utara agar akses lancar yakni membuka ketrisolasian agar kendaraan
ojek bisa lebih lancar.
“Kendaraan ojek dulu yang kami utamakan untuk
kelancaran aksesnya, karena sebagian besar barang-barang kebutuhan masyarakat
Rampi selama ini disuplai lewat pesawat kargo tetapi lebih efektif dan lebih
banyak melalui ojek, jadi itu dulu yang kami lancarkan dan pada nantinya ketika
sudah tembus kami usahakan untuk dilalui roda empat dengan kondisi kendaraan
yang khusus misalnya double cabin,” ujarnya.
Menurutnya, bahwa sejak 2015 jalan ke Rampi sudah
mulai dibuka untuk lebar rata-rata 4 hingga 4,5 meter dengan kondisi medan yang
sulit dan membutuhkan waktu.
“Sekarang ini sudah sampai dengan total jarak
dari Masamba ke Rampi 82 kilometer dan itu sudah sampai di kilometer 60 hanya
saja untuk akses kendaraan roda 4 belum dibuka tapi selama ini kendaraan Ojek
yang biasanya bermalam di jalan sudah bisa ditempuh sehari atau 7 jam,” ucapnya.
Belum bisanya kendaraan roda empat untuk
melintas karena masih terkendala dengan pembuatan jembatan yang sedang dibuat
dan kondisi medan yang belum mendukung.

