LUWU TIMUR – Kapolres Luwu Timur AKBP Irwan Kurnadi menegaskan pentingnya sinergi antara kepolisian dan media dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Hal itu disampaikan Irwan saat bersilaturahmi dengan sejumlah awak media di Beranda Wisma Golden House, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Selasa (6/10/2026).
Pertemuan tersebut menjadi kesempatan perdana bagi Irwan berdialog langsung dengan insan pers sejak dirinya menjabat sebagai Kapolres Luwu Timur pada 25 September 2026.
Irwan hadir didampingi sejumlah pejabat utama (PJU) Polres Luwu Timur, termasuk Kasi Humas Polres Luwu Timur AKP Muh Husain.
Dalam sambutannya, Irwan mengatakan media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, khususnya terkait situasi keamanan dan ketertiban.
"Peran media sangat urgen dalam memberikan informasi kepada masyarakat dalam menjaga kamtibmas, serta memberikan sajian berita dan informasi terpercaya kepada masyarakat," kata Irwan.
Menurut dia, penanganan persoalan di tengah masyarakat tidak selalu harus mengedepankan penegakan hukum.
Pendekatan persuasif, kata Irwan, perlu menjadi langkah utama untuk mencegah persoalan berkembang menjadi konflik.
"Penegakan hukum menjadi nomor dua, namun yang utama adalah penanganan dengan cara persuasif," ujarnya.
Kapolres Lutim Terima Masukan Awak Media
Dalam pertemuan tersebut, awak media menyampaikan sejumlah masukan kepada Kapolres Luwu Timur.
Beberapa di antaranya terkait pelayanan informasi kepolisian, isu sweeping masker, pengamanan aksi demonstrasi, hingga penerapan jam malam bagi pelajar.
Terkait sweeping masker, Irwan menjelaskan kebijakan tersebut berkaitan dengan masa pandemi Covid-19 dan saat ini sudah tidak berlaku.
Ia memastikan Polres Luwu Timur tidak memiliki agenda melakukan sweeping masker.
Irwan juga menekankan pentingnya komunikasi antara kepolisian dan media agar setiap informasi yang beredar dapat dikonfirmasi terlebih dahulu.
"Jadi, enggak apa-apa. Itulah intinya kita untuk berkomunikasi. Biar bisa mengetahui apakah itu benar atau tidak," katanya.
Soroti Pengamanan Demonstrasi
Dalam dialog tersebut, awak media juga menyoroti keterlibatan petugas keamanan atau security perusahaan dalam pengamanan aksi demonstrasi.
Seorang wartawan meminta agar pelibatan security dalam pengamanan massa aksi dilakukan melalui prosedur yang jelas dan berdasarkan permintaan resmi dari kepolisian.
"Tidak harus memimpin secara langsung pendemo, apalagi itu di fasilitas komunikasi. Artinya, ketika mereka dibutuhkan, harus ada surat permintaan resmi dari kepolisian. Itu yang harusnya terjadi," ujar wartawan tersebut.
Ia juga mengingatkan potensi terjadinya benturan apabila petugas keamanan perusahaan berada di garis depan saat aksi berlangsung.
"Per hari ini, ketika demonstrasi terjadi, security yang paling berdepan, apalagi kami melihat mereka menggunakan pakaian yang semi-militer," katanya.
Menanggapi hal tersebut, Irwan mengatakan komunikasi dan koordinasi diperlukan untuk mencegah provokasi yang dapat memicu bentrokan.
"Yang kita khawatirkan adalah pada saat ada provokasi, akhirnya bentrok. Dibikinnya permasalahan, padahal bukan massa itu," ujar Irwan.
Minta Humas Lebih Proaktif
Irwan juga merespons masukan terkait akses informasi melalui Humas Polres Luwu Timur.
Ia berkomitmen melakukan evaluasi dan mendorong jajaran Humas agar lebih proaktif menyampaikan informasi mengenai kegiatan kepolisian kepada media.
"Apa saja yang sudah menjadi terobosan, itu kita harus ekspos. Bikin rilis tulisan beserta dengan foto atau video. Jadi tidak perlu kawan-kawan media di lapangan mencari berita, bisa semuanya dilakukan dari Humas," katanya.
Menurut Irwan, penyampaian informasi secara cepat dan terbuka akan memudahkan masyarakat memperoleh informasi yang benar.
Ia juga menilai hubungan yang baik antara kepolisian dan media merupakan bagian penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
"Biar kita bisa bersama-sama untuk memberitakan hal yang positif maupun hal-hal yang perlu disampaikan," ujarnya.
Kapolres Dukung Jam Malam Pelajar
Masukan lain yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah penerapan jam malam bagi pelajar di Luwu Timur.
Sejumlah awak media menilai pembatasan aktivitas malam bagi pelajar penting untuk melindungi anak dan remaja dari berbagai aktivitas yang berpotensi menimbulkan persoalan.
Irwan menyatakan mendukung kebijakan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur tersebut.
Ia menjelaskan, aturan mengenai jam malam pelajar dituangkan dalam Surat Edaran Bupati Luwu Timur Nomor 100.3.4.2/521/Satpol-PP/Tahun 2025.
Menurutnya, penerapan kebijakan tersebut membutuhkan koordinasi antara pemerintah daerah, kepolisian dan unsur terkait lainnya.
"Kalau perda penekanan hukumnya kan sempat PP. Jadi dibantu dengan kami supaya ingatkan lagi untuk penekanannya. Biar nanti masyarakat polisi yang bisa mengujinya sambil di jalan," kata Irwan.
Wartawan Apresiasi Respons Polsek
Sementara itu, wartawan Media Batara Pos, Hasmin Syarif, mengapresiasi respons jajaran kepolisian di tingkat Polsek terhadap kebutuhan informasi media.
Menurut Hasmin, permintaan keterangan kepada sejumlah Kapolsek di Luwu Timur selama ini mendapat respons.
"Sulitnya saya mengakses Humas selama ini, alhamdulillah ada support dari teman-teman seluruh Kapolsek yang ada di Luwu Timur. Setiap permintaan keterangan yang kita minta itu selalu dijawab," kata Yasmin.
Ia berharap pertemuan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Polres Luwu Timur untuk meningkatkan pelayanan informasi kepada media.
Hasmin juga berharap komunikasi yang semakin baik antara polisi dan wartawan dapat mendukung kerja jurnalistik serta memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat.
Pertemuan tersebut kemudian ditutup dengan ucapan terima kasih dari Kapolres Luwu Timur.
Irwan menegaskan komitmennya memperkuat kolaborasi dengan media sebagai salah satu upaya mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Luwu Timur.

No comments:
Post a Comment