Notification

×

Iklan

INSPIRASI TIMUR INDONESIA

Iklan

Indeks Berita

Aris Sanda Dimakamkan di Toraja, Tinggalkan Istri dan Anak yang Masih Duduk di Bangku SMA

الأربعاء، 23 سبتمبر 2026 | سبتمبر 23, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-23T15:32:05Z

TORAJA UTARA – Isak tangis keluarga pecah saat peti jenazah Aris Sanda, warga Lembang Tampan Bonga, Kecamatan Bangkelekila, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, diusung menuju pemakaman keluarga, Rabu (23/9/2026).

Aris Sanda merupakan sopir yang selama belasan tahun bekerja menyuplai kebutuhan logistik bagi masyarakat di wilayah pedalaman Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Ia akhirnya kembali ke kampung halamannya bukan untuk berkumpul bersama keluarga, melainkan untuk dimakamkan setelah menjadi korban pembunuhan di wilayah Mbu'a.


Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong yang hadir dalam prosesi pemakaman menyampaikan duka cita kepada keluarga korban. Ia mengatakan, persoalan keamanan di wilayah Papua menjadi kewenangan aparat TNI dan Polri.


“Terkait keamanan kita mempercayakan keamanan tersebut, pengamanan tersebut kepada TNI. Karena ini yang mengklaim adalah TPNPB, sehingga kemudian TNI jelas sudah mengetahui peristiwa tragis ini, siapa pelakunya, apa alasannya,” kata Frederik.


Menurut dia, tindakan kekerasan terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.


“Bagi kami, perbuatan keji terhadap warga sipil seperti ini di luar batas kemanusiaan tidak bisa diterima apa pun alasannya,” tegasnya.


Tangisan Keluarga Pecah


Suasana duka begitu terasa saat keluarga, kerabat dan masyarakat Toraja mengantarkan Aris ke tempat peristirahatan terakhirnya.


Sesaat sebelum peti jenazah diturunkan ke liang lahat, tangisan keluarga pecah. Ibu dan ayah Aris tampak terpukul dan beberapa kali harus ditenangkan karena tidak kuasa menahan kesedihan.


Tangisan paling memilukan datang dari anak dan istri Aris.


Sang anak yang masih duduk di kelas 1 SMA kini harus kehilangan sosok ayah yang selama ini menjadi tumpuan keluarga.


Sementara istrinya juga diketahui mengajar di wilayah pedalaman Papua.


Bagi keluarga, Aris bukan sekadar seorang sopir. Ia merupakan sosok ayah dan suami yang selama bertahun-tahun bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, termasuk membiayai pendidikan anaknya.


Di tengah keterbatasan akses dan infrastruktur di wilayah pedalaman Papua, Aris tetap menjalani pekerjaannya sebagai pemasok logistik bagi masyarakat.


Perjuangan itu terhenti setelah ia menjadi korban pembunuhan.


Istri Berterima Kasih kepada TNI-Polri


Setelah jenazah Aris berhasil dievakuasi dari pedalaman Papua dan dibawa pulang ke Toraja Utara, istrinya menyampaikan terima kasih kepada jajaran TNI dan Polri yang membantu proses evakuasi.


Sinta mengatakan proses evakuasi suaminya bukan perkara mudah.


“Kepada seluruh anggota TNI Polri, saya mengucapkan terima kasih yang tulus atas segala bantuan dan perjuangan dalam proses evakuasi suami saya, almarhum Aristanda,” ujar Sinta.


“Saya tahu proses yang dilakukan tidak mudah. Terima kasih atas segala doa dan dukungan untuk kami keluarga,” lanjutnya.


Kepergian Aris meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan masyarakat Toraja yang mengenalnya sebagai sosok pekerja keras.


Harapan agar Tak Ada Lagi Korban


Tokoh masyarakat Toraja berharap kasus kekerasan terhadap warga sipil yang bekerja mencari nafkah di Papua tidak kembali terjadi.


Mereka juga meminta pemerintah dan aparat keamanan mengungkap serta menindak pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku.


Bagi keluarga Aris, kepulangannya ke Toraja pada akhirnya menjadi perjalanan terakhir.


Setelah belasan tahun berjuang di pedalaman Papua untuk menghidupi keluarga dan membantu memenuhi kebutuhan logistik masyarakat, Aris Sanda kini telah dimakamkan di tanah kelahirannya.


Ia meninggalkan seorang istri dan anak yang masih duduk di bangku SMA, serta keluarga besar yang masih harus menjalani hari-hari dengan kehilangan sosok yang selama ini menjadi tumpuan mereka.

ليست هناك تعليقات:

إرسال تعليق

×
Berita Terbaru Update