TANA TORAJA – Sebanyak 152 pelajar dan 20 guru di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (3/9/2026).
Para pelajar yang
berasal dari SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Tana Toraja tersebut dilarikan ke
sejumlah rumah sakit setelah mengalami sejumlah keluhan, mulai dari lemas, mual
hingga muntah-muntah.
Berdasarkan data yang
dihimpun di lapangan, para korban mendapatkan penanganan medis di tiga rumah
sakit, yakni Rumah Sakit Fatimah, Rumah Sakit Sinar Kasih, dan RSUD Lakipadada.
Sejumlah pelajar
dievakuasi menggunakan ambulans. Guru, orangtua siswa, serta petugas Satpol PP
turut membantu proses evakuasi dan penanganan para pelajar yang mengalami
keluhan kesehatan.
Direktur Utama RSUD
Lakipadada, Obed Bassang, mengatakan para pelajar yang masuk ke Instalasi Gawat
Darurat (IGD) rata-rata datang dalam kondisi lemas.
Menurut dia, keluhan
yang disampaikan para pasien umumnya berupa sakit perut.
"Di saat ini
yang kami lihat pada saat di UGD tadi itu, semua keluhan sakit perut."
kata Obed, Kamis.
Lanjut
Obed, pihaknya terus memberikan penanganan medis kepada para pelajar yang
menjalani perawatan di RSUD Lakipadada.
“Untuk penanganannya, dokter
kami sudah memberikan penanganan untuk kondisi-kondisi seperti itu,” ucapnya.
Pemkab
prioritaskan penanganan korban
Sementara itu, Bupati
Tana Toraja Zadrak Tombeq mengatakan pemerintah daerah saat ini memprioritaskan
penanganan para pelajar dan guru yang diduga menjadi korban.
Menurut Zadrak,
kondisi sejumlah pasien mulai membaik setelah mendapatkan penanganan medis.
"Kami sekarang
ini fokus bagaimana supaya anak-anak kita yang diduga ya, yang diduga korban,
itu kami tangani dan sehat. Itu fokus kami sekarang," ujar Zadrak.
Selain memastikan
penanganan korban, Pemkab Tana Toraja akan melakukan evaluasi menyeluruh
terhadap pelaksanaan program MBG, termasuk kinerja Satuan Pelayanan Pemenuhan
Gizi (SPPG) yang menyediakan makanan tersebut.
Penyebab masih diperiksa
Hingga saat ini,
penyebab pasti para pelajar dan guru mengalami gejala keracunan masih belum
diketahui.
Makanan yang diduga
menjadi sumber keracunan juga masih dalam pemeriksaan pihak terkait untuk
memastikan penyebab kejadian.
Jumlah korban yang
mencapai ratusan orang membuat kejadian tersebut menjadi salah satu insiden
serius yang terjadi selama pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis di Tana
Toraja.
Pemeriksaan terhadap
makanan yang dikonsumsi para korban serta kondisi kesehatan mereka diharapkan
dapat mengungkap penyebab kejadian tersebut.
Pemerintah daerah
juga diminta memastikan evaluasi tidak hanya berfokus pada penanganan korban,
tetapi juga pada proses penyediaan, pengolahan, distribusi, hingga keamanan
makanan dalam program MBG agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

No comments:
Post a Comment