LUWU - Layanan kesehatan di Kabupaten Luwu kembali menjadi sorotan. Di tengah semarak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, muncul keluhan masyarakat terkait ketersediaan obat di salah satu fasilitas kesehatan.
Keluhan tersebut disampaikan sejumlah pasien dan keluarga pasien yang menjalani perawatan di Puskesmas Bua, Kabupaten Luwu, beberapa waktu lalu.
Berdasarkan informasi yang diterima, sejumlah pasien yang mengalami demam disebut tidak mendapatkan obat penurun panas karena stok obat tersebut dikabarkan tidak tersedia selama beberapa hari.
Kondisi itu disebut juga dialami pasien yang sedang menjalani rawat inap di Puskesmas Bua.
Padahal, obat penurun panas merupakan salah satu obat yang umum diberikan kepada pasien dengan keluhan demam, sesuai dengan kondisi dan hasil pemeriksaan tenaga medis.
Karena obat tidak tersedia, keluarga pasien disebut harus membeli obat dari luar Puskesmas untuk memenuhi kebutuhan pengobatan.
Persoalan lain muncul karena keluarga pasien mengaku tidak memperoleh informasi secara jelas mengenai kemungkinan penggantian biaya obat yang dibeli dari luar fasilitas kesehatan.
Kondisi tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai mekanisme pengadaan, ketersediaan, hingga distribusi obat di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.
Namun demikian, informasi mengenai stok obat penurun panas yang disebut habis di Puskesmas Bua tersebut belum mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak Puskesmas Bua.
Hingga berita ini disusun, belum diperoleh penjelasan dari pihak Puskesmas Bua mengenai berapa lama stok obat tersebut disebut kosong, penyebab kekosongan, mekanisme pengadaan obat, maupun langkah yang dilakukan untuk memastikan kebutuhan obat pasien tetap terpenuhi.
Karena itu, informasi mengenai dugaan kekosongan obat tersebut masih perlu diklarifikasi kepada pihak Puskesmas Bua dan Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu.
Perlu Evaluasi
Masyarakat berharap persoalan ketersediaan obat di fasilitas kesehatan mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Luwu melalui Dinas Kesehatan.
Ketersediaan obat merupakan salah satu bagian penting dalam menunjang pelayanan kesehatan. Terlebih, Puskesmas menjadi fasilitas pelayanan kesehatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di tingkat kecamatan.
Jika terjadi kekosongan obat tertentu, masyarakat membutuhkan informasi yang jelas mengenai penyebab, alternatif penanganan, serta mekanisme pemenuhan kebutuhan obat agar pasien tidak dirugikan.
Pemerintah daerah juga dinilai perlu memastikan sistem perencanaan kebutuhan, pengadaan, penyimpanan, hingga distribusi obat berjalan dengan baik.
Evaluasi tersebut penting dilakukan bukan hanya terhadap Puskesmas Bua, tetapi juga fasilitas kesehatan lainnya di Kabupaten Luwu.
Dengan demikian, kebutuhan dasar pasien dapat dipenuhi secara optimal dan masyarakat memperoleh kepastian dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.

No comments:
Post a Comment