LUWU – Kekeringan mulai mengancam areal persawahan di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Berdasarkan pendataan sementara Dinas Pertanian Luwu, sedikitnya 3.025,63 hektare lahan persawahan terdampak kekurangan air akibat kondisi cuaca yang disebut dipengaruhi fenomena El Nino.
Kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Luwu. Bupati Luwu Patahudding bahkan turun langsung meninjau kondisi persawahan petani untuk memastikan dampak kekeringan sekaligus mempercepat langkah penanganan.
Peninjauan dilakukan di areal persawahan Desa Pasamai, Kecamatan Belopa, serta Desa Tallang Bulawang. Di lokasi, Patahudding melihat langsung kondisi lahan pertanian yang mulai mengering akibat terbatasnya pasokan air.
Menurut Patahudding, kondisi tersebut harus segera diantisipasi mengingat sektor pertanian menjadi salah satu sumber pendapatan utama masyarakat Luwu.
“Cuaca El Nino yang menyebabkan kemarau ini membuat lahan persawahan petani kekurangan air. Kondisi ini perlu kita antisipasi karena sawah-sawah tersebut menjadi sumber pendapatan utama masyarakat kita,” kata Patahudding.
Ia meminta Dinas Pertanian Luwu bergerak cepat menyalurkan bantuan mesin pompa air kepada kelompok tani yang membutuhkan.
Pompa tersebut akan digunakan untuk mengalirkan air dari Bendung Tomatoppe menuju sejumlah areal persawahan yang terdampak kekeringan.
“Karena itu, saya turun langsung meninjau kondisi persawahan. Melalui Dinas Pertanian, kita berupaya semaksimal mungkin membantu petani mengatasi kekeringan, salah satunya dengan menyalurkan bantuan pompa air,” ujarnya.
18 Pompa Air Mulai Disalurkan
Plt Kepala Dinas Pertanian Luwu Islamuddin mengatakan, pemerintah saat ini telah memiliki 18 unit mesin pompa air yang mulai disalurkan kepada kelompok tani.
Dari 18 unit tersebut, lima unit merupakan bantuan pemerintah pusat, sedangkan 13 unit lainnya berasal dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Tak berhenti di situ, Pemkab Luwu juga menyiapkan tambahan bantuan mesin pompa untuk memperluas jangkauan penanganan kekeringan.
“Selain itu, Bupati Luwu sudah menginstruksikan untuk dilakukan penambahan bantuan 20 unit mesin pompa air berukuran 3 inci dan 10 unit berukuran 6 inci dan insya Allah akan segera dibagikan,” ujar Islamuddin.
Dengan tambahan tersebut, pemerintah berharap kebutuhan air bagi lahan persawahan yang terdampak dapat segera terpenuhi sehingga tanaman petani tidak semakin terdampak.
Dinas Pertanian Luwu juga terus melakukan pemantauan dan pendataan terhadap wilayah persawahan yang mengalami kekeringan.
Berdasarkan data sementara, luas lahan persawahan yang terdampak telah mencapai 3.025,63 hektare.
“Kami sudah mencatat ada 3.025,63 hektare lahan persawahan di Kabupaten Luwu yang terdampak cuaca El Nino di mana mengalami kekeringan,” kata Islamuddin.
Luwu Tetapkan Status Siaga Kekeringan
Langkah penanganan juga diperkuat dengan penetapan status siaga bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sekretaris BPBD Luwu Aminuddin mengatakan, status tersebut ditetapkan berdasarkan laporan kondisi cuaca yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Pemkab Luwu telah mengeluarkan SK Nomor 396/VIII/2026 tentang Penetapan Status Siaga Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan per tanggal 6 Agustus 2026,” kata Aminuddin.
Penetapan status siaga tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan langkah mitigasi dan penanganan dampak kekeringan.
Kepala Bappelitbangda Luwu Moh Arsal Arsyad mengatakan, Bupati Luwu juga telah menginstruksikan agar alokasi Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD Tahun Anggaran 2026 dapat dimanfaatkan untuk mendukung penanganan dampak kekeringan.
Salah satunya adalah mendukung penambahan bantuan mesin pompa air bagi petani.
“Pak Bupati Luwu meminta seluruh OPD terkait untuk memantau terus perkembangan cuaca El Nino sejauh mana dampaknya terhadap areal persawahan petani di Kabupaten Luwu,” ujar Arsal.
Pemerintah daerah juga mengingatkan masyarakat dan seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kekeringan.
“Bupati berharap semua pihak untuk mewaspadai dampak El Nino ini,” imbuhnya.
Dengan langkah penyaluran pompa air dan pemantauan secara berkala, Pemkab Luwu berharap dampak kekeringan terhadap lahan pertanian dapat ditekan dan produktivitas petani tetap terjaga.


No comments:
Post a Comment