Notification

×

Iklan

INSPIRASI TIMUR INDONESIA

Iklan

Indeks Berita

Kekeringan Ancam Sawah di Palopo, Polisi Salurkan Air Pakai AWC ke Lahan Petani

Tuesday, 25 August 2026 | August 25, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-25T08:20:10Z

PALOPO - Musim kemarau mulai memberi tekanan serius terhadap sektor pertanian di Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Lahan persawahan warga di Kelurahan Pentojangan, Kecamatan Telluwanua, mengalami kekurangan air yang mengancam pertumbuhan tanaman padi.

 


Ditengah kondisi tersebut, Kepolisian Resor (Polres) Palopo turun langsung membantu petani dengan mendistribusikan air ke areal persawahan yang terdampak kekeringan.

 

Aksi tersebut dilakukan personel Satuan Samapta Polres Palopo pada Selasa (25/8/2026). Air disalurkan menggunakan kendaraan taktis AWC (Armoured Water Canon) milik Polres Palopo.

 

Kasat Samapta Polres Palopo IPTU Amsal Pammase menyatakan kondisi kekeringan mengancam tanaman padi mati dan harus segera diselamatkan.

 

Bantuan ini menjadi perhatian di tengah kondisi kemarau yang berpotensi semakin memperparah kekeringan lahan pertanian. Kekurangan air pada fase pertumbuhan tanaman padi dapat menghambat produksi dan meningkatkan risiko kerugian bagi petani,” kata Amsal, Selasa.

 

Lanjut Amsal, distribusi air dilakukan sebagai bentuk respons Polri terhadap kondisi masyarakat yang terdampak musim kemarau.

 

"Kami dari Polres Palopo, khususnya Satuan Samapta, berupaya hadir di tengah masyarakat untuk membantu warga yang terdampak kekeringan. Hari ini kami mendistribusikan air menggunakan kendaraan AWC ke lahan persawahan warga di Kelurahan Pentojangan," ucapnya.

 

Menurut Amsal, air menjadi kebutuhan penting bagi tanaman padi, terutama ketika curah hujan rendah dan sumber air untuk persawahan mulai terbatas.

 

Kondisi tersebut, kata Amsal, tidak boleh dibiarkan karena kekeringan berkepanjangan dapat mengganggu pertumbuhan tanaman hingga berpotensi menyebabkan gagal panen.

 

"Kami memahami bahwa air merupakan kebutuhan utama bagi tanaman, terlebih saat kondisi kemarau seperti sekarang. Mudah-mudahan bantuan air ini dapat memberikan manfaat bagi para petani dan membantu menjaga tanaman mereka agar tetap dapat tumbuh dengan baik," ujarnya.

 

Bukan Hanya Soal Keamanan

Amsal menegaskan, kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan persoalan keamanan dan ketertiban.

 

Dalam situasi tertentu, polisi juga dituntut mampu merespons persoalan sosial yang secara langsung memengaruhi kehidupan masyarakat, termasuk dampak musim kemarau terhadap petani.

 

"Polri akan terus berupaya hadir dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kami berharap sinergi dengan masyarakat dan seluruh pihak dapat terus terjalin, khususnya dalam menghadapi dampak musim kemarau," jelasnya.

 

Distribusi air tersebut berlangsung lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat setempat.

 

Kekeringan Perlu Ditangani Bersama

Langkah Polres Palopo ini menjadi salah satu bentuk penanganan darurat terhadap dampak kekeringan yang dirasakan petani. Namun, kebutuhan air untuk lahan pertanian tidak berhenti pada satu kali distribusi.

 

Jika musim kemarau berlangsung panjang, ketersediaan air untuk persawahan membutuhkan penanganan yang lebih sistematis melalui kerja sama pemerintah daerah, aparat, petani, serta pemangku kepentingan lainnya.

 

Ketersediaan sumber air, pompanisasi, pengaturan distribusi air irigasi, hingga pemetaan lahan yang paling rentan terdampak kekeringan menjadi penting untuk menjaga keberlangsungan produksi pangan.

 

Bagi petani di Kelurahan Pentojangan, pasokan air tersebut setidaknya menjadi bantuan untuk mempertahankan tanaman padi di tengah kondisi yang semakin kering.

 

Polres Palopo berharap kegiatan serupa dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga produktivitas pertanian di Kecamatan Telluwanua.

 

Kondisi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa ancaman kekeringan bukan sekadar persoalan berkurangnya air, tetapi juga menyangkut keberlangsungan produksi pangan dan penghasilan masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update