Notification

×

Iklan

INSPIRASI TIMUR INDONESIA

Iklan

Indeks Berita

HUT ke-81 RI di Luwu, Formasi Payung dan Angka 81 Paskibraka Jadi Simbol Semangat Kemerdekaan

Monday, 17 August 2026 | August 17, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-18T00:21:43Z

LUWU – Pemerintah Kabupaten Luwu menggelar Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Tribun Lapangan Andi Djemma Belopa, Senin (17/8/2026).


Upacara berlangsung khidmat dan diikuti berbagai unsur masyarakat. Bupati Luwu, H. Patahudding, bertindak sebagai inspektur upacara. Sementara pembacaan naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dilakukan oleh Ketua DPRD Kabupaten Luwu, Ahmad Gazali.


Upacara dipimpin Perwira Upacara Mujahid, putra kelahiran Luwu yang berpangkat Kapten Kaveleri dan menjabat Pasi Logistik Kodim 1403 Palopo.


Adapun Komandan Upacara dipercayakan kepada Kapten Infanteri Ilang yang menjabat Danramil 1403-07 Walenrang. Sementara Komandan Paskibraka adalah Letda Infanteri Prasetio dari Koramil 1403-05 Bastem.


Salah satu momen yang menyita perhatian adalah prosesi pengibaran Sang Merah Putih oleh tiga anggota Paskibraka Kabupaten Luwu.


Pembawa baki pengibaran bendera adalah Eza Mahazeera Mansur, pelajar SMAN 5 Luwu. Pembentang bendera, Raizis Haiqal Zalmi dari MAN Luwu, sedangkan penggerek bendera adalah Hasbi dari SMAN 4 Luwu.


Tidak hanya menjalankan tugas pengibaran bendera, Paskibraka Kabupaten Luwu juga menghadirkan formasi khusus berupa Payung dan Angka 81.


Formasi tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus pesan bagi generasi penerus agar kemerdekaan tidak hanya diperingati, tetapi juga diisi dengan karya dan pengabdian.


Formasi Payung dimaknai sebagai simbol kemuliaan, kehormatan, serta kepemimpinan yang mampu mengayomi. Sementara formasi Angka 81 menjadi penanda usia kemerdekaan Indonesia sekaligus pengingat perjalanan panjang bangsa dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan.


Pesan itu menjadi semakin relevan bagi generasi muda. Setelah para pahlawan berjuang merebut kemerdekaan, tugas generasi saat ini adalah menjaga persatuan dan menghadirkan kemajuan melalui pendidikan, kerja keras, inovasi, serta kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.


Upacara tersebut diikuti unsur TNI, Polri, Satpol PP, Damkar, Dinas Perhubungan, Tagana, TRC BPBD, ASN anggota Korpri, PGRI, Senkom Mitra Polisi, pelajar SMA dan SMP, PMI, serta Pramuka.


Kehadiran berbagai elemen tersebut memperlihatkan bahwa kemerdekaan merupakan milik seluruh masyarakat. Perbedaan profesi, usia, dan latar belakang tidak menjadi penghalang untuk berdiri dalam satu barisan sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Luwu pun tidak berhenti pada seremoni. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan harus diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari.


Mulai dari bekerja dengan penuh tanggung jawab, memberikan pendidikan terbaik kepada generasi muda, menjaga lingkungan, memperkuat kepedulian sosial, hingga ikut membangun daerah, semuanya merupakan bentuk nyata dalam mengisi kemerdekaan.


Gerakan Paskibraka dalam membentuk simbol Payung dan Angka 81 akhirnya menjadi pesan sederhana namun kuat: kemerdekaan harus dijaga bersama, persatuan harus dirawat, dan masa depan Indonesia harus diisi dengan karya.


Dari Lapangan Andi Djemma Belopa, semangat itu kembali ditegaskan. 81 tahun Indonesia merdeka bukan sekadar perjalanan waktu, tetapi perjalanan tanggung jawab untuk terus menjaga persatuan dan membawa bangsa menuju masa depan yang lebih maju dan bermartabat. 

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update