LUWU TIMUR – Dandim 1403/Palopo Letkol Inf Windra Sukma Prihantoro menghadiri Apel Kesiapsiagaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) serta penanggulangan bencana alam, khususnya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2026.
Kegiatan tersebut digelar di Lapangan Pendidikan Puncak Indah Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Rabu (19/8/2026).
Apel dipimpin Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi potensi gangguan kamtibmas dan berbagai ancaman bencana, terutama kebakaran hutan dan lahan di tengah musim kemarau serta fenomena El Nino.
Dandim 1403/Palopo Letkol Inf Windra Sukma Prihantoro mengatakan, pencegahan dan penanganan bencana tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Menurutnya, diperlukan koordinasi dan komunikasi yang kuat antarinstansi agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini.
"Dalam pencegahan dan penanganan kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri, namun butuh koordinasi yang kuat untuk memudahkan gerak penanganan dan antisipasi dini," kata Windra.
Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh unsur dalam menghadapi potensi bencana, termasuk karhutla yang risikonya meningkat selama kondisi cuaca ekstrem dan musim kemarau.
Karena itu, seluruh pihak diminta meningkatkan kewaspadaan serta mengambil langkah pencegahan sebelum kebakaran meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap lingkungan maupun masyarakat.
"Pada intinya upaya, antisipasi serta penanganannya harus dilakukan secara bersama-sama. Melalui kegiatan apel kesiapsiagaan kamtibmas dan kebencanaan diharapkan mampu meningkatkan koordinasi dan komunikasi lintas sektor agar semuanya terarah dan terukur," ujarnya.
Windra berharap sinergi lintas sektor yang dibangun melalui apel tersebut dapat mempercepat proses penanganan apabila terjadi bencana maupun gangguan kamtibmas di wilayah Luwu Timur.
"Sehingga penanganannya bisa cepat, tepat dan tuntas," pungkasnya.
Apel kesiapsiagaan ini sekaligus menjadi momentum untuk memastikan kesiapan personel dan seluruh unsur terkait dalam menghadapi berbagai potensi bencana, khususnya karhutla yang dapat meningkat seiring kondisi kemarau dan fenomena El Nino.

No comments:
Post a Comment