Notification

×

Iklan

INSPIRASI TIMUR INDONESIA

Iklan

Indeks Berita

Pertamina Operasikan Ship to Ship Kolonodale, Perkuat Distribusi Biosolar B50 di Sulawesi

Friday, 24 July 2026 | July 24, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-29T23:46:15Z

KOLONODALE - PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi resmi mengoperasikan fasilitas Ship to Ship (STS) di Kolonodale, Sulawesi Tengah, sebagai bagian dari penguatan infrastruktur logistik energi untuk meningkatkan keandalan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya Biosolar B50, di kawasan timur Indonesia.

Pengoperasian fasilitas tersebut ditandai dengan sandarnya kapal induk (mother ship) MT Marlin 88 berkapasitas 35.000 deadweight ton (DWT). Sebelumnya, pada 18 Juli 2026, Pertamina telah melakukan suplai perdana menggunakan MT Overseas Petromar yang mengangkut masing-masing 15.000 kiloliter (KL) Fame dan 15.000 KL Solar.


Distribusi kemudian dilanjutkan melalui kapal pengangkut (shuttle ship) MT Jasmin XXXVII pada 22 Juli 2026 sebagai bagian dari operasional awal fasilitas STS Kolonodale.


Pada tahap pertama, sebanyak 3.100 KL Biosolar B50 disalurkan untuk memenuhi kebutuhan Fuel Terminal (FT) Kolonodale, FT Moutong, dan FT Poso. Ke depan, fasilitas STS ini diproyeksikan menjadi pusat distribusi BBM bagi sejumlah terminal dan instalasi di kawasan Sulawesi hingga Maluku Utara.


Wilayah layanan tersebut meliputi FT Poso, FT Moutong, Instalasi Terminal (IT) Gorontalo, FT Kolonodale, IT Kendari, FT Luwuk, FT Banggai, FT Sanana, FT Labuha, hingga FT Ternate. Total volume penyaluran dari fasilitas ini diperkirakan mencapai sekitar 79.978 KL per bulan.


Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan pengoperasian STS Kolonodale merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat sistem logistik energi di wilayah Sulawesi.


"Pengoperasian perdana STS Kolonodale menjadi salah satu langkah strategis Pertamina dalam memperkuat jaringan distribusi energi di Sulawesi. Dengan dukungan fasilitas ini, proses penyaluran Biosolar B50 menuju berbagai terminal dapat berlangsung lebih efektif sehingga kebutuhan masyarakat di wilayah layanan dapat terpenuhi dengan lebih baik," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (24/7/2026).


Menurut Lilik, mekanisme alih muat dari kapal induk ke kapal pengangkut memberikan fleksibilitas operasional yang lebih tinggi dibandingkan pola distribusi konvensional. Sistem tersebut memungkinkan pengiriman BBM menuju terminal-terminal tujuan dilakukan secara lebih efisien sehingga memperkuat keandalan rantai pasok energi di kawasan timur Indonesia.


Ia menambahkan, seluruh operasional STS dijalankan dengan menerapkan standar Health, Safety, Security and Environment (HSSE) untuk memastikan aspek keselamatan, keamanan, dan perlindungan lingkungan tetap menjadi prioritas selama proses distribusi berlangsung.


Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi juga akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap operasional fasilitas tersebut guna meningkatkan efektivitas sistem logistik energi sekaligus menjaga ketersediaan pasokan BBM di seluruh wilayah layanan.


Perseroan memastikan stok BBM tetap dalam kondisi aman dan mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying). Pertamina juga mengajak masyarakat menggunakan energi secara bijak sesuai kebutuhan sehingga distribusi dapat berlangsung lancar dan merata di seluruh wilayah.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update