Masmindo Rutin Donor Darah, Bantu Penuhi Kebutuhan Stok Darah di Luwu

LUWU – Kebutuhan darah di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, masih menjadi tantangan. Dalam kondisi normal, sekitar 60 kantong darah dapat habis hanya dalam waktu sepekan, sehingga ketersediaan stok harus terus dijaga melalui kolaborasi berbagai pihak.



Salah satu pihak yang konsisten mendukung pemenuhan kebutuhan darah adalah PT Masmindo Dwi Area (MDA). Perusahaan pengelola Proyek Awak Mas itu secara rutin bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Luwu menggelar aksi donor darah setiap tiga bulan sekali.


Staf Bidang Penanggulangan Bencana dan Humas PMI Kabupaten Luwu, Muhammad Irman, mengatakan kolaborasi dengan PT Masmindo telah berlangsung sejak tahun lalu dan terus berlanjut hingga kini.


"MDA memang rutin melaksanakan donor darah satu kali dalam tiga bulan berkolaborasi dengan PMI. Tahun ini baru satu kali dilaksanakan dan kegiatan kedua dijadwalkan pada 9-10 Juli 2026 di tenant MDA pada Luwu Expo," kata Irman, Rabu (8/7/2026).


Menurut dia, PMI Kabupaten Luwu hingga kini masih mengandalkan dukungan perusahaan, instansi, dan organisasi untuk menggelar kegiatan donor darah. Pasalnya, PMI Luwu belum memiliki Unit Transfusi Darah (UTD), sehingga seluruh darah yang terkumpul dikelola oleh UTD RSUD Batara Guru Belopa.


"PMI Luwu saat ini hanya melaksanakan kegiatan donor darah bersama berbagai mitra, memberikan edukasi kepada masyarakat, serta membantu mencarikan pendonor apabila ada warga yang membutuhkan darah," ujarnya.


Data PMI menunjukkan, aksi donor darah yang digelar PT Masmindo Dwi Area di Klinik MDA, Desa Ranteballa, Kecamatan Latimojong, pada 25 April 2026 berhasil mengumpulkan 61 kantong darah.


Jumlah tersebut dinilai memberikan kontribusi penting bagi pemenuhan kebutuhan darah di Kabupaten Luwu.


"Memang yang terbaru sekitar 60 kantong. Tahun lalu bahkan kegiatan donor darah bersama MDA bisa mencapai 80 sampai 90 kantong darah," ujar Irman.


Meski demikian, kebutuhan darah di Kabupaten Luwu masih jauh lebih besar dibandingkan jumlah darah yang berhasil dikumpulkan dalam setiap kegiatan.


"Kalau stok di Luwu habis, kami berkoordinasi dengan PMI Palopo yang sudah memiliki UTD. Kalau di sana juga habis, kami membantu mencari pendonor," katanya.


Karena itu, PMI mengapresiasi komitmen PT Masmindo Dwi Area yang secara berkelanjutan menyelenggarakan kegiatan donor darah sebagai bentuk dukungan terhadap pelayanan kesehatan masyarakat.


Pada peringatan Hari Jadi ke-67 Kabupaten Luwu, PT Masmindo kembali menggelar aksi donor darah di tenant perusahaan yang berada di depan Kantor Bupati Luwu, Jalan Pahlawan, Kelurahan Senga, pada 9-10 Juli 2026.


Kegiatan yang terbuka untuk masyarakat umum tersebut mendapat antusiasme tinggi. Puluhan warga tampak mengantre secara sukarela untuk mendonorkan darahnya guna membantu memenuhi kebutuhan stok darah di UTD RSUD Batara Guru.


Penanggung Jawab UTD RSUD Batara Guru, dr Evi Andriyani, Sp.PK, mengatakan kegiatan donor darah yang melibatkan perusahaan sangat membantu menjaga ketersediaan stok darah di rumah sakit.


"Kami sangat terbantu dengan adanya kegiatan seperti ini. Kebutuhan darah di RSUD Batara Guru sekitar 200 kantong per bulan, sementara kebutuhan terus meningkat. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk perusahaan, sangat berarti bagi ketersediaan stok darah di Kabupaten Luwu," ujar dr Evi.


Ia menambahkan, kerja sama donor darah antara UTD RSUD Batara Guru dan PT Masmindo Dwi Area telah berlangsung secara rutin selama kurang lebih lima tahun.


Sebagai bentuk apresiasi, peserta donor darah juga memperoleh bingkisan dan voucher belanja. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu kontribusi nyata PT Masmindo Dwi Area dalam mendukung layanan kesehatan melalui pemenuhan kebutuhan stok darah bagi masyarakat Kabupaten Luwu.

Previous Post Next Post