Dua Bulan Terendam Banjir, Petani di Malangke Gagal Panen dan Kehilangan Mata Pencaharian

LUWU UTARA – Banjir yang melanda Desa Malangke, Kecamatan Malangke, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, selama hampir dua bulan terakhir telah menyebabkan kerusakan luas pada sektor pertanian dan perkebunan warga.


Di Dusun Karya Baru, sedikitnya 12 hektare lahan pertanian dan perkebunan terendam banjir akibat luapan Sungai Rongkong, Sungai Baliase, dan Sungai Masamba. Kondisi diperparah setelah tanggul yang menahan aliran sungai tidak mampu menahan tingginya debit air sehingga banjir terus menggenangi kawasan pertanian.


Tanaman jagung, kakao, dan kelapa sawit milik warga mengalami kerusakan. Sebagian besar petani bahkan dipastikan gagal panen karena tanaman terendam air dalam waktu yang cukup lama.


Kepala Dusun Karya Baru, Nurul Suprayatin, mengatakan banjir yang berlangsung berkepanjangan membuat warga kehilangan sumber penghasilan utama mereka. Banyak petani kini hanya bisa pasrah menghadapi kondisi tersebut.


“Lahan yang terdampak kurang lebih 12 hektare. Tanaman yang rusak meliputi jagung, kakao, dan kelapa sawit. Banjir sudah berlangsung hampir dua bulan akibat luapan sungai yang menggenangi wilayah kami,” ujarnya.


Salah seorang petani jagung, Mustafa (40), mengaku mengalami kerugian besar setelah kebun jagung seluas empat hektare miliknya terendam banjir. Padahal tanaman yang ditanam menggunakan sekitar 200 kilogram benih itu sudah berusia 70 hari dan hanya tinggal menunggu masa panen.


“Saat banjir, air sampai setinggi dada orang dewasa. Jagung kami sudah hampir panen, tetapi sekarang semuanya habis. Kami gagal panen,” kata Mustafa.


Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, Mustafa kini bekerja sebagai buruh panen sawit di kebun milik warga lain. Menurutnya, yang paling dibutuhkan masyarakat saat ini bukan hanya bantuan pangan, tetapi solusi permanen untuk mengatasi banjir yang hampir setiap tahun melanda wilayah mereka.


Meski bantuan dari pemerintah daerah telah disalurkan, warga berharap ada langkah konkret untuk memperbaiki tanggul dan mengendalikan banjir agar kerugian serupa tidak terus berulang setiap musim hujan.

Previous Post Next Post