LUWU UTARA - Banjir yang melanda Desa Malangke, Kecamatan Malangke, Kabupaten Luwu Utara, hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Setelah sempat surut, genangan air kembali naik dan merendam ratusan rumah warga.
Sekretaris Desa Malangke, Linda, mengatakan sekitar 300 rumah di empat dusun terdampak banjir. Jumlah warga yang terkena dampak mencapai sekitar 1.400 jiwa.
"Ketinggian air bervariasi. Ada yang lebih dari satu meter dan ada juga yang di bawah satu meter. Yang paling parah berada di Dusun Karya Baru, di sana ketinggian air di jalan mencapai sekitar dua meter dan ada akses jalan yang putus," kata Linda, Kamis (5/6/2026).
Akibat banjir yang telah berlangsung hampir dua bulan itu, sebagian warga terpaksa mengungsi ke rumah keluarga maupun tetangga yang berada di lokasi lebih aman.
Selain permukiman, banjir juga merendam lahan pertanian warga. Sedikitnya 50 hektare lebih lahan yang ditanami jagung, kakao, dan nilam terdampak genangan air.
Kondisi tersebut menyebabkan banyak petani mengalami gagal panen dan harus menanggung kerugian yang tidak sedikit.
Menurut Linda, kebutuhan mendesak masyarakat saat ini adalah bantuan pangan dan sandang. Meski bantuan dari pemerintah daerah telah disalurkan beberapa waktu lalu, warga masih membutuhkan dukungan mengingat banjir berlangsung cukup lama.
Ia menjelaskan, banjir terjadi akibat jebolnya tanggul yang selama ini menahan luapan air sungai. Desa Malangke sendiri berada di wilayah pertemuan aliran Sungai Masamba dan Sungai Rongkong.
Saat debit air meningkat, kedua sungai tersebut membawa material banjir yang kemudian menumpuk di kawasan Malangke hingga menyebabkan tanggul tidak mampu menahan derasnya arus.
"Banjir ini sudah hampir dua bulan. Air naik, surut, lalu naik lagi. Kondisi seperti ini terus berulang," ujarnya.
Linda menambahkan, banjir telah menjadi persoalan tahunan yang dihadapi warga Malangke selama sekitar satu dekade terakhir.
"Sudah sekitar sepuluh tahun kami menjadi langganan banjir setiap tahun. Kami berharap ada penanganan permanen agar masyarakat tidak terus-menerus menghadapi kondisi seperti ini," tutupnya.
