PALOPO – Jelang Pemilu 2019, TNI dan Kepolisian Polres Palopo gelar simulasi pengamanan pemilu 2019 yang dilakukan di lapangan Gaspa Palopo. Dalam simulasi tersebut aparat TNI berhasil menguasai pengunjuk rasa yang menyerang kantor KPU Palopo dan merusak sejumlah objek vital dan kantor media.
Ratusan pengunjuk rasa yang menolak hasil pemilu 2019 di kota Palopo, melempari aparat TNI-Polri dengan batu bahkan bermaksud untuk membakar kantor KPU Palopo, namun dihalau dan dibubarkan paksa oleh petugas dengan menggunakan kendaraan taktis water canon, akibatnya sejumlah pengunjuk rasa mengalami luka dan dievakuasi ke rumah sakit terdekat bahkan tak sedikit dari para pengunjuk rasa terpaksa diamankan aparat TNI-Polri karena berbuat anarkis.
Kejadian bermula dari salah seorang pendukung calon yang tidak puas dengan proses pencoblosan di TPS karena tidak memiliki panggilan untuk mencoblos, lalu melakukan protes di TPS dan mengumpulkan massa untuk menyerang KPU Palopo karena menilai KPU Palopo tidak netral.
Skenario dalam simulasi pengamanan ini yakni aman, agak rawan, dan rawan, pada tahapan awal, dilakukan negosiasi oleh para Polwan dan pada saat situasi mulai memanas, satuan Shabara diturunkan.
Kendaraan taktis Water Cannon dan gas air mata juga digunakan untuk mengurai massa, dan saat situasi situasi sudah memasuki tahap rawan, anggota pasukan TNI dikerahkan dan mengamankan perusuh untuk diserahkan ke pihak kepolisian.
Komandan Distrik Militer (Dandim) 1403 Sawerigading, Letkol Infanteri M. Imasfy mengatakan bahwa simulasi pengamanan pemilu 2019 ini melibatkan sebanyak 378 personil dari TNI - Polri yang terdiri dari personil Kodim 1403 Sawerigading Palopo, satuan Kompi 721 Makkasau Palopo, serta personil polres Palopo, hal ini dilakukan sebagai bentuk sinergitas antara TNI - Polri dalam mengamankan jalannya pemilu 2019 di daerah tersebut.
“Dalam simulasi ini kami fokuskan kepada mengantisipasi adanya konflik massa yang melaksanakan aksi atas ketidak puasan dalam proses penyelenggaraan Pemilihan legislatif dan Pilpres,” kata Imasfi, Senin (04/02/2019).
Menurut Imasfi dalam pelaksanaan Pemilu 2019, pihaknya juga akan melakukan pengamanan objek vital atas permintaan pihak Kepolisian.
“Kami juga akan melaksanakan pengamanan objek vital, tentunya hal ini akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian, semua kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka pengamanan adalah bantuan kepada pihak kepolisian,” ucapnya.
Wakil Kepala Kepolisian Polres Palopo, Kompol Woro Susilo mengatakan bahwa dalam persiapan pengamanan Pileg dan Pilpres Polres Palopo akan menurunkan dua pertiga kekuatan untuk melakukan pengamanan.
“Pada puncaknya nanti sekitar 300 personil akan dilibatkan dan akan di BKO dari Kodim maupun instansi terkait,” tuturnya.
