LUWU UTARA, KOMPAS.com - Buku statistik BPS, Luwu Utara
Dalam Angka 2018, menyebutkan bahwa produksi jagung di Kecamatan Malangke Barat
(Malbar) Kabupaten Luwu Utara mencapai 33.012,36 ton, tertinggi kedua setelah
Malangke (43.038,12). Dan salah satu desa penunjang produksi jagung di Malbar
adalah desa Pombakka.
Sepanjang 2018, desa Pombakka berhasil memproduksi jagung
sebesar 1.000 ton. Pada Januari 2019, desa Pombakka sudah memproduksi jagung
sebesar 200 ton. Data ini terungkap dalam acara Panen Raya Jagung NK – 7328 NK
– sumo, pada 31 Januari 2019 kemarin di dusun Sauru desa Pombakka kecamatan
Malangke Barat.
Melihat potensi yang dimiliki oleh desa Pombakka, maka tidak
salah kemudian desa ini diharapkan menjadi salah satu sentra komoditi jagung di
Luwu Utara. “Pombakka salah satu desa yang cukup potensial dan kita harap
menjadi sentra jagung, termasuk di desa Baku-Baku,” ujar Camat Malbar,
Sulpiadi, saat melakukan panen raya jagung.
Sulpiadi yang hadir mewakili Bupati mengatakan, salah satu
keunggulan dari komoditi jagung adalah durasi pertumbuhan hingga panennya yang
relatif singkat, karena hanya dilakukan dalam lima fase saja.
“Produksi jagung
itu singkat hanya lima fase, dimulai
dari pembersihan lahan, penanaman, penyemprotan, pemupukan dan panen,”
kata Sulpiadi.
“Terimakasih buat PT. Sygenta Indonesia yang selama ini
banyak bersinergi dengan Pemerintah Daerah, khususnya di wilayah kecamatan
Malangke - Malbar, sehingga dari waktu ke waktu produksi jagung semakin
meningkat, seperti yang kita rasakan saat ini. Sukses buat petani. Kita tidak
bisa berbuat apa-apa tanpa petani,” pungkasnya. (LH/HMS)
