PALOPO - Komisi Pemilihan Umum (KPU)
kota Palopo, Sulawesi Selatan, mulai merakit logistik pemilu 2019 berupa kotak
suara dan bilik suara.
Sebanyak 2.564 kotak suara dan 1.258 bilik suara
berbahan dupleks, mulai dirakit oleh pekerja atau staf di kantor KPU kota
Palopo. Perakitan kotak suara Pemilu 2019 membutuhkan waktu setiap satu orang
pekerja rata-rata 4 menit karena bahan logistik tersebut cukup mudah untuk
dirakit.
Ketua
KPU Palopo, Abbas Johan mengatakan bahwa saat ini KPU Palopo masih kekurangan
logistik, pasca ditambahkannya 2 TPS di Lembaga Pemasyarakatan Kelas (Lapas)
Palopo.
“Logistik
yang sudah kami terima berupa kotak suara saat ini sebnyak 2.564 dan bilik sebanyak
1.258, sedangkan kebutuhan kami untuk kotak suara 2.584 dan bilik suara 1.988,”
katanya, Jumat (08/02/2019) saat di konfirmasi di KPU Palopo.
“Secara
rinci kekurangannya yakni kotak suara sebanyak 20 buah dan bilik suara sebanyak
730 buah, ini belum termasuk panambahan di 2 TPS Lapas Palopo,” tambahnya.
Menurutnya
kekurangan logistik terjadi setelah penambahan 2 unit TPS dan pengiriman yang
kurang.
“Yang
membuat kekurangan logistik itu karena adanya penambahan TPS di Lapas dan yang
kedua karena memang pengiriman logistik ke kami memang kurang dari awal. Untuk
mengantisipasi hal ini kami sudah laporkan kekurangan tersebut ke KPU RI,”
ucapnya.
Meski
tidak ada batasan waktu yang diberikan oleh KPU RI untuk merakit logistik, namun perakitan logistik Pemilu ini
diperkirakan akan selesai atau rampung dalam 4 hari kedepan.
“Tidak
ada target yang diberikan untuk menyelesaikan perakitan logistik, yang jelas
sebelum formulir dan surat suara datang yang diperkirakan akhir Februari, kotak
suara dan bilik suara sudah harus terakit semuanya dan masuk dalam gudang,”
ujarnya.
Logistik
berupa kotak suara dan bilik suara, setelah dirakit akan disimpan dalam gudang
penyimpanan logistik yang telah diberi fumigasi dan landasan kayu untuk
mengantisipasi serangan rayap dan kelembaban.
Dalam
perakitan logistik pemilu 2019 juga dilakukan pengawasan dan mengontrol
kualitas kotak suara yang berbahan dupleks dengan cara memperagakan atau menduduki
kotak tersebut yang dilakukan oleh Kapolres Palopo AKBP Ardiansyah.
