Notification

×

Iklan

INSPIRASI TIMUR INDONESIA

Iklan

Indeks Berita

Harmoni PT Vale dan Masyarakat Adat di Wonua Mekongga, Satukan Persepsi Jaga Keberlanjutan Sosial-Ekonomi

Wednesday, 12 August 2026 | August 12, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-12T11:43:27Z

KOLAKA - Perwakilan masyarakat adat Tamalaki dari tiga unsur utama menyatakan dukungan terhadap keberlanjutan investasi PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.


Dukungan tersebut disampaikan saat 26 organisasi adat Tamalaki yang tergabung dalam Gabungan Aliansi, Poros Tengah, dan Formakom berkunjung ke PT Vale, Selasa (11/8/2026).


Pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Selain menyampaikan dukungan, masyarakat adat juga menyampaikan sejumlah aspirasi terkait manfaat investasi bagi masyarakat lokal.


Ketua Umum Tamalaki Wuta Kalosara Sultra, Mansiral Usman, mengatakan berkumpulnya tiga unsur utama masyarakat adat Tamalaki dalam satu forum bersama PT Vale menjadi momentum penting.


Menurut dia, pertemuan tersebut menunjukkan adanya semangat bersama untuk menjaga iklim investasi tetap kondusif di Kabupaten Kolaka.


“Ini menjadi momentum penting bagi kami, karena tiga unsur utama masyarakat adat Tamalaki bisa hadir bersama dalam semangat yang sama. Kami berterima kasih dan menyatakan dukungan penuh terhadap investasi yang dilakukan PT Vale di Wonua Mekongga ini,” ujar Mansiral.


Ia menilai keberadaan PT Vale telah memberikan dampak positif, khususnya melalui pembukaan peluang kerja dan pergerakan ekonomi lokal.


Karena itu, hubungan antara perusahaan dan masyarakat diharapkan terus dirawat agar manfaat investasi dapat dirasakan lebih luas.


Pandangan serupa disampaikan Ketua Umum Forum Swadaya Masyarakat Daerah (Forsda), Jabir Lahukuwi.


Jabir menegaskan investasi yang telah berjalan di Kabupaten Kolaka perlu dijaga bersama karena berkaitan dengan kepentingan masyarakat dan masa depan pembangunan daerah.


“Kami sesungguhnya ingin menyelamatkan investasi di Kabupaten Kolaka. Jika investasi ini gagal, yang rugi kita semua. Sumber daya alam kita sudah dibuka, jadi jangan sampai investasi itu ditutup,” tegas Jabir.


Tiga Aspirasi Masyarakat Adat


Dalam pertemuan tersebut, masyarakat adat Tamalaki juga menyampaikan sejumlah masukan kepada PT Vale.


Ada tiga hal utama yang menjadi perhatian, yakni pemberdayaan tenaga kerja lokal, dukungan pendidikan, serta penguatan program pengembangan masyarakat.


Untuk tenaga kerja lokal, masyarakat adat berharap kesempatan kerja dapat semakin terbuka, termasuk melalui perusahaan mitra dan kontraktor PT Vale. Dengan demikian, masyarakat Kolaka dapat mengambil bagian dalam peluang ekonomi yang tumbuh seiring perkembangan proyek.


Di bidang pendidikan, masyarakat berharap adanya dukungan akses beasiswa bagi generasi muda daerah. Program tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal agar mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja di masa mendatang.


Sementara dalam aspek pengembangan masyarakat, masyarakat adat berharap program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR terus diarahkan pada pemberdayaan sosial, penguatan kapasitas organisasi adat, dan pengembangan ekonomi masyarakat.


Menanggapi aspirasi tersebut, Director of Project IGP Pomalaa PT Vale, Mohammad Rifai, menyampaikan apresiasi atas dukungan serta masukan yang disampaikan masyarakat adat Tamalaki.


Menurut Rifai, keterlibatan masyarakat merupakan bagian penting untuk memastikan investasi dapat berjalan baik sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi daerah.


Ia juga mendorong generasi muda Kolaka meningkatkan kompetensi dan mempersiapkan diri menghadapi peluang kerja yang terbuka seiring perkembangan dan kebutuhan proyek.


“Kami menyambut baik aspirasi yang disampaikan dalam pertemuan ini. Masukan tersebut menjadi bagian penting dari dialog yang terus kami bangun bersama masyarakat dan para pemangku kepentingan,” ujar Rifai.


Ia menambahkan, kesiapan sumber daya manusia lokal menjadi salah satu faktor penting agar manfaat investasi dapat dirasakan lebih luas.


Pertemuan antara PT Vale dan perwakilan masyarakat adat Tamalaki tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi terbuka dan kemitraan dengan masyarakat lokal.


Sebagai bagian dari MIND ID, PT Vale menempatkan keberlanjutan, tata kelola, serta keterlibatan pemangku kepentingan sebagai bagian dari perjalanan investasinya.


Di Kabupaten Kolaka, komunikasi dengan masyarakat adat diharapkan dapat memperkuat kesamaan persepsi dalam menjaga iklim investasi sekaligus memastikan pembangunan memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat Wonua Mekongga.


Dengan dukungan, partisipasi, dan komunikasi yang terus terjaga, hubungan antara perusahaan dan masyarakat diharapkan menjadi fondasi bagi keberlanjutan investasi dan pembangunan di Kabupaten Kolaka.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update