LUWU - Sebanyak 550 karyawan PT Bumi Mineral Sulawesi (BMS) telah dirumahkan sementara hingga Senin (24/8/2026) akibat krisis listrik yang berdampak pada operasional pabrik.
Site Manager PT Bumi Mineral Sulawesi, Aldin Djapari,
mengatakan kebijakan merumahkan karyawan dilakukan karena operasional pabrik
untuk sementara harus dihentikan akibat keterbatasan pasokan listrik.
Aldin menegaskan, kebijakan tersebut bukan berarti BMS
menutup seluruh kegiatan operasional ataupun melakukan pengurangan tenaga kerja
secara permanen.
"Operasional pabrik dihentikan sementara. Bukan
menutup kegiatan operasional yang berdampak pada pengurangan tenaga
kerja," kata Aldin.
Menurut dia, hingga saat ini BMS masih memantau
perkembangan krisis listrik dan dampaknya terhadap kegiatan perusahaan.
Ditargetkan
Maksimal Empat Bulan
Aldin mengatakan, perusahaan memperkirakan musim hujan
mulai terjadi sekitar Oktober 2026. Kondisi tersebut diharapkan dapat membantu
pemulihan ketersediaan pasokan listrik yang dibutuhkan untuk mendukung
operasional pabrik.
Namun, setelah kondisi listrik kembali memungkinkan,
perusahaan masih membutuhkan waktu untuk mempersiapkan kembali operasional
pabrik.
Menurut dia, persiapan untuk menghidupkan kembali
operasional pabrik paling cepat membutuhkan waktu sekitar satu bulan.
Atas pertimbangan tersebut, manajemen BMS menargetkan
masa karyawan dirumahkan sementara berlangsung paling lama empat bulan.
"Untuk itu, manajemen BMS menargetkan perumahan
sementara ini berlangsung paling lama empat bulan, sampai dengan akhir
Desember," ucap Aldin.
Dengan demikian, 550 karyawan yang saat ini dirumahkan
diharapkan dapat kembali bekerja setelah kondisi kelistrikan membaik dan
operasional pabrik siap dijalankan kembali.
Meski demikian, Aldin menegaskan bahwa target tersebut
masih bergantung pada perkembangan kondisi kelistrikan dan kesiapan operasional
perusahaan.
BMS masih berharap krisis listrik dapat segera teratasi
sehingga kegiatan produksi dan aktivitas kerja karyawan dapat kembali berjalan
normal.
PT Bumi Mineral Sulawesi (BMS), merupakan industri
pengolahan mineral atau smelter, bagian dari Kalla Group, yang beroperasi di
Desa Bukit Harapan, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
ليست هناك تعليقات:
إرسال تعليق