Dugaan Penyaluran Solar Subsidi Tak Tepat Sasaran di SPBU Lare-lare Disorot Warga

LUWU – Dugaan penyimpangan dalam penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi kembali menjadi sorotan di Kabupaten Luwu. Kali ini, perhatian masyarakat tertuju pada SPBU 75.91926 di Desa Lare-lare, Kecamatan Bua, yang diduga lebih banyak melayani kendaraan pelangsir dalam pengisian Solar subsidi dibanding masyarakat yang berhak menerima.



Berdasarkan pantauan di lokasi pada Selasa (7/7/2026), antrean kendaraan yang mengisi Solar subsidi didominasi mobil yang diduga digunakan untuk aktivitas pelangsiran. Kondisi tersebut memunculkan keluhan dari sejumlah warga yang menilai distribusi BBM subsidi belum sepenuhnya tepat sasaran.


Sebagaimana diketahui, Solar subsidi merupakan BBM yang disediakan pemerintah untuk kelompok masyarakat tertentu sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penyalurannya diharapkan dapat diawasi secara ketat agar tidak disalahgunakan.


Seorang warga berinisial AA mengatakan aktivitas pengisian Solar oleh kendaraan yang diduga milik pelangsir hampir selalu terlihat setiap hari di SPBU tersebut.


"Kalau mau lihat sendiri, datang saja ke SPBU Lare-lare. Hampir setiap hari antrean mobil yang diduga pelangsir cukup panjang. Yang antre bukan masyarakat biasa, tetapi kendaraan yang diduga mengambil Solar untuk dijual kembali," ujar AA kepada wartawan, Selasa (7/7/2026).


Menurut AA, antrean didominasi kendaraan jenis Panther, Kijang, hingga truk yang diduga telah dimodifikasi atau digunakan untuk mengangkut Solar subsidi.


"Yang mengisi Solar hampir selalu kendaraan yang sama. Kendaraan pribadi masyarakat umum justru tidak banyak terlihat," katanya.


Warga juga menduga pelayanan pengisian lebih banyak diberikan kepada kendaraan yang diduga milik pelangsir. Dugaan tersebut memunculkan kecurigaan adanya praktik yang tidak sesuai dengan mekanisme penyaluran BBM subsidi.


Selain itu, beredar informasi di tengah masyarakat mengenai dugaan adanya "uang koordinasi" yang disebut-sebut menjadi pelicin agar kendaraan tertentu dapat melakukan pengisian Solar subsidi dalam jumlah besar. Namun, hingga kini informasi tersebut masih sebatas dugaan dan belum dapat diverifikasi kebenarannya.


Sejumlah warga berharap aparat penegak hukum bersama instansi yang berwenang melakukan pemeriksaan terhadap mekanisme penyaluran Solar subsidi di SPBU tersebut agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.


"Kami berharap aparat segera turun melakukan pengecekan sehingga jika memang ada pelanggaran bisa ditindak sesuai aturan. Jangan sampai subsidi yang seharusnya dinikmati masyarakat justru dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak berhak," ujar AA.


Menurut warga, apabila dugaan penyimpangan tersebut terbukti terjadi dan tidak segera ditindaklanjuti, maka berpotensi merugikan masyarakat yang bergantung pada BBM bersubsidi untuk menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari.


Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola SPBU 75.91926 di Desa Lare-lare belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pengelola SPBU, pihak Pertamina Patra Niaga, maupun aparat kepolisian. Berita ini akan diperbarui setelah konfirmasi dari pihak-pihak terkait diperoleh.

Previous Post Next Post