Minyakita Sulit Ditemukan di Palopo, Bulog Akui Pasokan Menyusut

PALOPO – Kelangkaan minyak goreng bersubsidi merek Minyakita mulai dirasakan pedagang di sejumlah kios Pusat Niaga Palopo (PNP), Kota Palopo, Sulawesi Selatan, dalam dua pekan terakhir.


Para pedagang mengaku kesulitan mendapatkan pasokan, sementara harga sejumlah merek minyak goreng lainnya ikut mengalami kenaikan.


Salah seorang pedagang di PNP, Meli (40), mengatakan stok Minyakita di kiosnya telah habis sejak dua minggu lalu. Selama ini, ia memperoleh pasokan dari pemasok di Kabupaten Pinrang dan Tana Toraja.


Namun, belakangan pasokan tidak lagi tersedia karena distribusi disebut hanya diperbolehkan melalui agen resmi.


"Sudah dua minggu kosong. Biasanya saya ambil dari Pinrang dan Toraja, tetapi sekarang tidak ada lagi. Alasannya penjualan hanya melalui agen resmi," kata Meli, Selasa (23/6/2026).


Sebelum stok habis, Meli menjual Minyakita seharga Rp 18.000 per liter.


Kelangkaan juga diikuti kenaikan harga minyak goreng merek lainnya. Sunco dan Bimoli ukuran dua liter yang sebelumnya dijual Rp 44.000 kini naik menjadi Rp 50.000 per kemasan.


Sementara itu, minyak goreng merek Masku yang sebelumnya dijual Rp 42.000 kini menjadi Rp 47.000 per dua liter.


Pedagang lain yang masih memiliki stok Minyakita mengaku harus mencari pasokan ke sejumlah kios lain. Ia membeli dengan harga Rp 18.000 per liter dan menjual kembali seharga Rp 20.000 per liter.


Pimpinan Perum Bulog Cabang Palopo, Maysius L, membenarkan adanya pengurangan pasokan Minyakita yang diterima pihaknya.


Menurut dia, kuota yang sebelumnya mencapai 60.300 liter per bulan kini turun menjadi 30.600 liter per bulan akibat berkurangnya pasokan dari produsen, PT Tanjung Sarana Lestari (TSL), ke wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.


"Kuota yang diterima Bulog Cabang Palopo memang turun. Sebelumnya 60.300 liter per bulan, sekarang menjadi 30.600 liter per bulan karena suplai dari produsen berkurang," ujar Maysius.


Ia menjelaskan, jumlah tersebut masih belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat karena Bulog Cabang Palopo melayani distribusi untuk enam daerah, yakni Kota Palopo, Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Tana Toraja, dan Toraja Utara.


Karena itu, Bulog memprioritaskan distribusi Minyakita ke pasar-pasar Sistem Pangan dan Sembako Pemerintah (SP2KP) serta pasar tradisional.


Untuk menjaga stabilitas harga, Bulog juga rutin melakukan pemantauan setiap dua hingga tiga hari bersama pemerintah daerah dan Satgas Pangan.


Maysius menjelaskan bahwa distribusi Minyakita di pasaran tidak hanya dilakukan oleh Bulog. Sekitar 40 hingga 60 persen pasokan berasal dari pihak swasta.


Hal tersebut menyebabkan adanya perbedaan harga di tingkat pedagang karena pihak swasta menambahkan biaya distribusi dan operasional.


Pemerintah sendiri telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita sebesar Rp 15.700 per liter.


Bulog menegaskan akan memberikan sanksi tegas hingga memutus kerja sama apabila ditemukan mitra penyalur yang menjual Minyakita di atas HET untuk pasokan yang berasal dari Bulog.

Previous Post Next Post