BPJS Ketenagakerjaan Palopo Jajaki Perlindungan Atlet KONI Luwu untuk Porprov Sulsel 2026

LUWU – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Palopo menjajaki kerja sama dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Luwu terkait perlindungan jaminan sosial bagi atlet yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan 2026 di Kabupaten Bone dan Kabupaten Wajo.



Pembahasan kerja sama tersebut berlangsung di Sekretariat KONI Luwu, Selasa (23/6/2026). Dalam pertemuan itu, perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Palopo, Alif dan Dimas, memaparkan sejumlah program perlindungan yang dapat diberikan kepada atlet selama menjalani masa persiapan hingga pelaksanaan kompetisi.


Alif menjelaskan, seluruh atlet yang berada di bawah naungan KONI Luwu berpeluang memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya terhadap risiko kecelakaan dan cedera yang terjadi saat menjalankan aktivitas olahraga.


Menurutnya, perlindungan tersebut tidak hanya berlaku ketika atlet bertanding, tetapi juga mencakup kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan menuju maupun pulang dari lokasi kegiatan olahraga.


“Jika atlet mengalami cedera saat bertanding, maka perlindungan BPJS dapat difungsikan. Begitu pula apabila terjadi kecelakaan dalam perjalanan menuju atau dari lokasi kegiatan, hal tersebut juga masuk dalam cakupan perlindungan BPJS,” kata Alif.


Ia menambahkan, skema perlindungan tersebut dapat diterapkan berdasarkan penyelenggaraan event tertentu, termasuk Porprov Sulsel 2026.


“Skema perlindungan ini bisa diterapkan per event. Sepanjang cedera atau kecelakaan yang dialami atlet memenuhi ketentuan dan persyaratan yang berlaku, maka dapat diajukan sebagai klaim BPJS,” ujarnya.


Selain perlindungan kecelakaan kerja, peserta juga berhak mendapatkan santunan apabila mengalami cacat permanen maupun meninggal dunia sesuai dengan ketentuan program yang diikuti.


Rencana kerja sama itu mendapat sambutan positif dari Ketua KONI Luwu, Suryanto. Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kesejahteraan atlet yang akan membawa nama Kabupaten Luwu di ajang Porprov Sulsel 2026.


Namun demikian, Suryanto mengatakan pihaknya masih harus mempertimbangkan kemampuan anggaran daerah yang saat ini berada dalam situasi efisiensi.


“Program ini sangat baik dan perlu menjadi perhatian bersama. KONI Luwu akan menyikapinya secara serius. Namun, kami juga harus mempertimbangkan kemampuan anggaran, terlebih saat ini masih dalam kondisi efisiensi,” katanya.


Meski begitu, ia menegaskan bahwa apabila kerja sama tersebut dapat direalisasikan, maka perlindungan BPJS akan menjadi salah satu prioritas bagi atlet yang mewakili Kabupaten Luwu.


Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua KONI Luwu Muchlis Mustamin, Sekretaris Fengki Syarih, Bendahara Gunawan, serta pendamping cabang olahraga PBVSI, Suhaidi Alwi.


Kerja sama yang tengah dijajaki ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan perlindungan maksimal bagi atlet Luwu selama menjalani persiapan hingga pelaksanaan Porprov Sulsel 2026. 

Previous Post Next Post