BNPB Siapkan Huntara bagi Korban Gempa Sigi, Ribuan Rumah Masih Didata

SIGI – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera membangun hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak gempa bumi magnitudo 6,7 yang mengguncang Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada 16 Juni 2026.


Pembangunan huntara akan dilakukan setelah Pemerintah Kabupaten Sigi menyelesaikan proses validasi data penerima bantuan, khususnya warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat.


Operator Data Pos Komando BPBD Kabupaten Sigi, Aslam, mengatakan saat ini usulan pembangunan huntara masih dalam tahap pengajuan.


“Untuk huntara masih dalam tahap pengusulan. Jika ada perkembangan terbaru, akan segera kami sampaikan,” kata Aslam.


Selain menyiapkan hunian sementara, pemerintah juga terus mendistribusikan bantuan logistik ke seluruh wilayah terdampak gempa.


Bantuan yang disalurkan mencakup bahan makanan, perlengkapan kebutuhan sehari-hari, serta kebutuhan dasar bagi warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian.


“Tim terus melakukan distribusi logistik ke seluruh titik terdampak, baik bahan makanan maupun perlengkapan lainnya,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebut dampak gempa yang melanda Sulawesi Tengah masih cukup besar.


Berdasarkan data terbaru, sebanyak tiga orang meninggal dunia akibat bencana tersebut. Selain itu, 3.262 kepala keluarga atau 9.501 jiwa terdampak, 81 orang mengalami luka ringan, dan 14 orang mengalami luka berat.


Pendataan kerusakan bangunan masih terus berlangsung. Hingga kini, tercatat 3.846 rumah mengalami kerusakan ringan, 1.120 rumah rusak sedang, dan 214 rumah rusak berat.


Di sisi lain, aktivitas kegempaan juga belum sepenuhnya mereda. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi 1.149 gempa susulan hingga 21 Juni 2026 pukul 16.00 WIB.


Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah menetapkan status tanggap darurat sejak 17 hingga 23 Juni 2026. BNPB bersama pemerintah daerah terus mempercepat penanganan darurat, pendataan kerusakan, dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.


BNPB mengimbau masyarakat agar tetap tenang, waspada terhadap potensi gempa susulan, mengikuti arahan petugas, serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Previous Post Next Post