PALOPO - Jelang Idul
Fitri 1447 Hijriah, Badan Amil Zakat
Nasional (BAZNAS) Kota Palopo, Sulawesi Selatan, memaksimalkan penyaluran zakat kepada
masyarakat yang berhak menerima (mustahik).
Wakil Ketua
Bagian Kelembagaan, Umum, dan SDM Baznas Kota Palopo, Ibrahim, mengungkapkan
bahwa hingga Ramadan tahun ini, zakat maal yang berhasil dihimpun mencapai
Rp249 juta.
“Sementara untuk zakat
fitrah, kami masih menunggu laporan dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) masjid
terkait pengumpulan dan pendistribusiannya,” kata Ibrahim, Jumat
(20/3/2026).
Ibrahim menyebutkan,
sebanyak 1.650 mustahik menjadi sasaran penyaluran zakat tahun ini yang
tersebar di seluruh wilayah Kota Palopo.
“Penyaluran diprioritaskan di
sembilan kecamatan di Kota Palopo. Proses
distribusi zakat, baik zakat fitrah maupun zakat maal, diprioritaskan rampung
sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri,” ucapnya..
Untuk mekanisme penyaluran,
zakat fitrah disalurkan langsung oleh UPZ di masing-masing masjid, sedangkan
zakat maal yang dihimpun oleh BAZNAS disalurkan langsung kepada penerima sesuai
delapan golongan (asnaf) yang berhak.
Dalam pendistribusiannya,
BAZNAS Kota Palopo memberikan bantuan dalam bentuk paket sembako dan uang
tunai.
“Setiap paket bantuan senilai
Rp150.000 yang diberikan kepada mustahik. Adapun penerima zakat diprioritaskan kepada kelompok
fakir dan miskin. Ada
penambahan penerima baru tahun ini, meski jumlah pastinya masih dalam proses
pendataan,” ujarnya.
Untuk memastikan penyaluran
tepat sasaran, BAZNAS melibatkan sumber daya manusia (SDM) internal serta
relawan yang telah teruji.
“Kami berupaya agar
distribusi zakat benar-benar tepat sasaran dengan dukungan tim yang sudah
berpengalaman,” tuturnya.
Ibrahim juga
mengimbau masyarakat Muslim di Kota Palopo yang telah memenuhi syarat agar
segera menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS sebagai lembaga
resmi pemerintah.
“Zakat adalah kewajiban. Kami
mengajak seluruh masyarakat untuk menunaikannya melalui BAZNAS,” harapnya.
Ibrahim menambahkan,
saat ini pihaknya fokus pada penyaluran bantuan dalam bentuk paket dan uang
tunai kepada masyarakat. Ia menilai,
zakat memiliki dampak signifikan terhadap masyarakat kurang mampu, khususnya
selama bulan Ramadan.
“Setiap Ramadan, kantor
BAZNAS selalu dipadati masyarakat dari delapan asnaf yang membutuhkan bantuan,”
ungkapnya.
Kedepan, BAZNAS Kota Palopo
juga telah menyiapkan program lanjutan pemberdayaan ekonomi mustahik yang
tertuang dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT).
“Kami berharap manfaat zakat bisa dirasakan masyarakat sebelum Idul Fitri dan berlanjut setelah Ramadan,” pungkasnya.
