LUWU - Ramadan tahun ini meninggalkan jejak berbeda bagi Faiz. Relawan masjid di Kota Belopa, Kabupaten Luwu itu tak sekadar menjalani rutinitas ibadah, tetapi juga menyusuri jalanan terjal demi memastikan bantuan sampai ke tangan yang membutuhkan.
Pagi itu, kabut masih menggantung di lereng Kecamatan Latimojong. Bersama relawan lain, Faiz memulai perjalanan membawa paket bantuan program Berkah Ramadan dari PT Masmindo Dwi Area. Jalanan sempit, berbatu, dan berliku menjadi rute yang harus dilalui, Namun bagi Faiz, perjalanan tersebut lebih dari sekadar distribusi logistik.
“Perusahaan benar-benar hadir di tengah keterbatasan masyarakat, apalagi ini bulan yang sangat dibutuhkan bahan pokok. Meski medannya tidak mudah, bantuan ini tetap menyentuh semua pelosok di Kecamatan Latimojong,” ujarnya.
Selama beberapa hari, Faiz menyaksikan bagaimana bantuan bukan hanya soal paket sembako, tetapi juga tentang kehadiran dan perhatian. Di desa-desa yang jauh dari pusat kota, setiap paket yang tiba disambut dengan wajah lega.
Perjalanan itu pun tak pernah dilalui sendirian. Di setiap titik, warga sudah menunggu, bukan hanya untuk menerima, tetapi juga membantu. Ada yang sigap mengangkat karung, ada yang mengatur antrean, hingga memastikan pembagian berjalan tertib.
“Semua ikut terlibat. Ada yang bantu angkut, ada yang atur pembagian. Rasanya seperti kerja bersama untuk kepentingan banyak orang,” kata Faiz.
Program Berkah Ramadan yang digelar perusahaan tersebut menyalurkan sekitar 5.000 paket bantuan ke empat kecamatan, yakni Belopa, Bajo, Bajo Barat, dan Latimojong. Bagi wilayah seperti Latimojong, yang dikenal dengan kondisi geografis menantang, bantuan ini menjadi sangat berarti, terutama saat kebutuhan meningkat menjelang Idulfitri.
Meski demikian, Faiz mencatat ada hal yang bisa diperbaiki. Ia menilai pendataan penerima bantuan masih perlu disinkronkan dengan data desa agar distribusi semakin merata.
“Kalau data penerima lebih disesuaikan dengan data desa, mungkin pembagiannya bisa lebih merata dan tidak ada yang terlewat,” ujarnya.
Di balik segala tantangan, ada satu hal yang paling membekas bagi Faiz: kebersamaan. Perjalanan panjang, medan berat, dan keterbatasan justru mempererat hubungan antarwarga.
Baginya, Ramadan kali ini bukan hanya tentang berbagi, tetapi juga tentang menyatukan langkah.
“Yang paling terasa itu kebersamaannya. Kita sama-sama bergerak, saling bantu. Membuat kegiatan sangat bermakna, apalagi di bulan puasa dan jelang Idulfitri,” tutupnya.
Program penyaluran bantuan ini berlangsung pada 16 hingga 20 Maret 2026, menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mulai menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya, sebuah jejak kecil kepedulian yang terasa besar di hati mereka yang menerima.
