Aksi Blokade Warga Berakhir Setelah 4 Anggota DPRD Palopo Temui Massa Aksi

Aksi Blokade Warga Berakhir Setelah 4 Anggota DPRD Palopo Temui Massa Aksi

PALOPO - Aksi blokade jalan  trans sulawesi yang dilakukan aliansi  masyarakat telluwanua yang merupakan warga korban banjir Kota Palopo, Sulawesi Selatan, berakhir setelah empat anggota DPRD Kota Palopo datang menemui massa aksi.


Warga mendesak pemerintah Kota Palopo dan DPRD Kota Palopo untuk menangani sungai Salu Battang yang kerap banjir dan setiap setiap banjir rumah dan lahan pertanian warga terendam yang menyebabkan aktivitas perekonomian  mereka lumpuh.


Empat anggota DPRD Kota Palopo tersebut masing-masing Aris Munandar, Mahdi, Subir Surahman dan Herawati Masdin.


Mereka didesak untuk segera menurunkan alat berat guna mengeruk material sungai yang telah dangkal akibat terjadi endapan atau delta di sejumlah titik yang membuat Sungai Salu Battang kerap meluap.


Anggota DPRD Kota Palopo, Aris Munandar, saat menemui aksi massa mengatakan akan mendesak pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang untuk merealisasikan keinginan masyarakat.


“Kita sama-sama mendesak BBWS Pompengan Jeneberang yang ada di Provinsi Sulsel untuk merealisasikan keinginan warga, kita sama-sama berangkat hari Rabu (26/10/2022), kami DPRD akan mengcover teman-teman untuk mendampingi kami terkait apa yang menjadi usulan warga di BBWS,” kata Mahdi.


Lanjut Aris, jika BBWS tidak bisa menurunkan alatnya, akan mendesak Pemerintah Kota Palopo untuk menurunkan alat beratnya.


“Jika BBWS tidak menurunkan alat, kita desak Pemerintah Kota Palopo, kita desak pak Wali Kota, saya janji akan melakukan ini,” ucap Aris.


Para anggota DPRD Kota Palopo yang hadir di lokasi diminta untuk menandatangani fakta integritas dari warga di atas kertas bermatrei.


"Dengan mengucapkan Basmalah, fakta integritas ini saya tandatangani dan besok alat berat kami pastikan sudah ada di lokasi sungai, kami akan meneruskan fakta integritas yang telah ditandatangani untuk segera menurunkan alat berat untuk mengerjakan sungai,” ujar Aris.


Setelah menemui warga dan menandatangani fakta integritas, para anggota DPRD Kota Palopo  meninjau titik terparah bantaran sungai yang rusak akibat bencana banjir.


"Kami sudah tinjau dan memang kondisinya sangat memprihatinkan, segera kita kerja," tutur Aris.


Aksi blokade wargapun berakhir dan arus lalu lintas dari kedua arah yang sempat lumpuh total kini berjalan normal.

Post a Comment

Previous Post Next Post