Gubernur Sulteng Tinjau Sigi Pascagempa M 6,7, Pastikan Penanganan Korban Berjalan Cepat

PALU – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mengunjungi sejumlah wilayah terdampak gempa bumi tektonik magnitudo 6,7 di Kabupaten Sigi, Rabu (17/6/2026).



Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal setelah gempa yang dipicu aktivitas Sesar Sausu mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026).


Kabupaten Sigi menjadi daerah yang mengalami dampak paling parah akibat gempa tersebut. Bencana itu menyebabkan kerusakan rumah warga, fasilitas ibadah, ruas jalan terputus dan terangkat, serta menimbulkan korban jiwa.


Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah, korban meninggal dunia dilaporkan berasal dari Desa Ampera, Kecamatan Palolo.


Sementara itu, korban luka ringan terbanyak berada di Desa Kamarora A, Kecamatan Nokilalaki. Desa tersebut juga menjadi wilayah dengan jumlah warga terdampak terbesar, yakni 461 kepala keluarga (KK) atau 1.193 jiwa.


BPBD Sulawesi Tengah mencatat sebanyak 466 unit rumah warga mengalami kerusakan akibat gempa. Rinciannya, 390 rumah rusak ringan, 64 rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak berat.


Kerusakan paling banyak terjadi di Desa Kamarora A dengan total 336 rumah terdampak. Sedangkan di Desa Tongoa, Kecamatan Palolo, sebanyak 44 rumah dilaporkan mengalami kerusakan.


Selain itu, sejumlah desa lain yang terdampak tersebar di Kecamatan Sigi Kota, Palolo, Nokilalaki, Tanambulava, dan Lindu.


Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mengatakan pemerintah daerah langsung bergerak sejak hari pertama bencana.


“Sejak Selasa kemarin Gubernur Anwar Hafid telah memerintahkan tim tanggap darurat yang tergabung di dalamnya BPBD, Dinas Kesehatan (tenaga medis), Dinas Sosial, Dinas Bina Marga, dan jajaran pemerintah Kabupaten Sigi untuk segera mengambil langkah dan tindakan cepat membantu masyarakat yang terdampak paling parah,” kata Anwar Hafid.


Ia menegaskan penanganan tidak hanya terpusat di Sigi, tetapi juga wilayah terdampak lain di Sulawesi Tengah.


“Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dipimpin Gubernur Anwar Hafid bersama Bupati Sigi terus melakukan kunjungan dan meminta tim tanggap darurat untuk segera melakukan penanganan dan pendataan bagi masyarakat yang terdampak parah,” ujarnya.


Penanganan diprioritaskan pada wilayah yang mengalami dampak terparah di Palu, Sigi, Donggala, Parigi Moutong, dan Poso.


Hingga Rabu siang, Anwar Hafid bersama Bupati Sigi, Muhammad Rizal Intjenae, masih melakukan peninjauan lapangan sekaligus meminta tim tanggap darurat mempercepat proses pendataan dan penanganan korban guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat segera terpenuhi.


Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny Lamadjido, bertolak menuju kawasan Danau Lindu di Kabupaten Sigi untuk meninjau kondisi warga terdampak.


Perjalanan dari Kota Palu menuju kawasan Danau Lindu menempuh jarak sekitar 75 hingga 100 kilometer melalui jalur darat dengan waktu tempuh sekitar 2,5 hingga 3,5 jam.

أحدث أقدم