MOROWALI - Tradisi unik masyarakat pesisir di Desa Pulau Tiga, Kecamatan Sombori Kepulauan, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, mendadak viral di media sosial setelah video pengantaran jemaah calon haji menggunakan perahu ramai diperbincangkan warganet.
Prosesi pengantaran jemaah calon haji itu berlangsung pada Selasa (12/5/2026). Sebelum meninggalkan desa, suasana haru menyelimuti bibir pantai Pulau Tiga saat adzan dikumandangkan tepat di hadapan para calon jemaah haji yang bersiap berangkat menuju ibu kota kabupaten melalui jalur laut.
Dalam video yang beredar, tampak puluhan warga memadati sejumlah perahu tradisional sambil mengiringi keberangkatan para calon jemaah haji menuju ibu kota kabupaten. Perjalanan dilakukan melalui jalur laut sejauh puluhan kilometer sebelum para jemaah melanjutkan perjalanan menuju embarkasi keberangkatan haji.
Warga terlihat melambaikan tangan dan mengiringi perahu yang membawa calon jemaah haji keluar dari pulau. Tradisi itu disebut sudah berlangsung turun-temurun dan terus dipertahankan masyarakat setempat.
Kepala Desa Pulau Tiga, H Rahmad S, mengatakan tradisi mengantar jemaah calon haji menggunakan perahu merupakan bagian dari budaya masyarakat pesisir di wilayahnya.
“Jadi kami itu di daerah Desa Pulau Tiga, khususnya di Kecamatan Sombori Kepulauan, alhamdulillah setiap tahun selalu ada calon jemaah haji yang berangkat ke Tanah Suci. Kebiasaan kami di kampung itu selalu diantar pakai perahu keluarga,” kata Rahmad saat dikonfirmasi, Kamis (14/5/2026).
Menurut dia, masyarakat setempat memiliki solidaritas tinggi dalam mengantar keberangkatan warga yang hendak menunaikan ibadah haji. Bahkan, nelayan memilih tidak melaut pada hari keberangkatan demi ikut mengiringi calon jemaah haji.
“Kalau ada calon jemaah haji yang tidak punya perahu, biasanya keluarga yang bantu. Di samping itu para nelayan pada hari keberangkatan jemaah haji mereka tidak melaut. Mereka ramai-ramai mengantar iring-iringan kapal yang membawa jemaah haji,” ujarnya.
Rahmad menjelaskan, perahu-perahu nelayan biasanya mengawal kapal yang membawa calon jemaah haji hingga sekitar satu kilometer meninggalkan Pulau Tiga.
“Perahu nelayan itu mendampingi kapal yang mengangkut jemaah. Seperti yang terlihat di video itu, mereka dampingi sampai kira-kira satu kilometer dari pulau, setelah itu baru kembali,” katanya.
Ia menyebut tradisi tersebut sudah berlangsung sejak lama dan menjadi bentuk penghormatan sekaligus doa masyarakat kepada warga yang akan berangkat ke Tanah Suci.
“Jadi itu sebuah kebiasaan turun-temurun dari desa kami di Pulau Tiga yang ada di Kecamatan Sombori,” ucapnya.
Pada musim haji tahun ini, terdapat enam orang calon jemaah haji asal Desa Pulau Tiga yang diberangkatkan. Mereka terdiri dari dua pasangan suami istri dan satu keluarga yang terdiri atas ayah, ibu, dan anak.
Rahmad menuturkan, akses transportasi laut masih menjadi jalur utama masyarakat Pulau Tiga untuk menuju pusat pemerintahan di Morowali. Karena itu, aktivitas keberangkatan jemaah haji pun dilakukan melalui jalur perairan.
Desa Pulau Tiga sebelumnya merupakan bagian dari Kecamatan Menui Kepulauan. Namun sejak pemekaran wilayah pada tahun 2021, desa tersebut kini masuk dalam wilayah administratif Kecamatan Sombori Kepulauan.
Tradisi pengantaran jemaah haji menggunakan iring-iringan perahu itu pun menuai banyak respons positif dari masyarakat di media sosial. Banyak warganet menilai tradisi tersebut mencerminkan kuatnya nilai kekeluargaan, gotong royong, dan budaya maritim masyarakat pesisir di Indonesia timur.
