Relawan Asal Luwu Andi Angga Prasadewa Ditahan Israel Saat Misi Kemanusiaan ke Gaza

LUWU – Keluarga Andi Angga Prasadewa (33), relawan kemanusiaan asal Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, masih menunggu kabar pasti setelah putra mereka dikabarkan ditahan pasukan Israel saat kapal Global Sumud Flotilla menuju Gaza di perairan Mediterania Timur.



Suasana haru menyelimuti rumah keluarga Andi Angga di Desa Buntu Karya, Kecamatan Ponrang Selatan, Selasa (19/5/2026) malam. Keluarga mengaku terakhir kali berkomunikasi dengan Andi Angga pada Minggu (17/5/2026) malam melalui pesan WhatsApp.


Ayah Andi Angga, Andi Hamzah (54), mengatakan dirinya mengetahui kabar penahanan putranya saat hendak menunaikan salat Maghrib pada Senin (18/5/2026).


“Saya tahu sejak Senin sore. Waktu itu saya mau salat Maghrib, tiba-tiba ada telepon dari anak saya yang kedua menanyakan apakah saya sudah tahu kalau Angga ada di Gaza,” ujar Andi Hamzah.


Menurutnya, Andi Angga sudah lama aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Sebelumnya, ia juga pernah mengikuti aksi sosial di Aceh dan sejumlah daerah lainnya.


“Dia memang suka kegiatan kemanusiaan seperti itu. Tahun lalu juga sudah meminta izin kepada keluarga untuk ikut misi ke Gaza,” katanya.


Andi Hamzah mengaku keluarga selalu mendukung aktivitas kemanusiaan yang dilakukan putranya karena dianggap sebagai bentuk perjuangan membantu sesama.


“Siapa orangtua yang tidak mendukung untuk kebaikan. Itu jalan kemanusiaan,” ucapnya.


Dalam komunikasi terakhir mereka, Andi Hamzah sempat memberikan pesan agar putranya tetap kuat menjalankan misi kemanusiaan.


“Saya bilang ke dia, jangan takut karena ini misi mulia. Allah bersamamu,” tutur Andi Hamzah dengan mata berkaca-kaca.


Namun setelah pesan tersebut dikirim, komunikasi dengan Andi Angga terputus. Keluarga juga mengaku sejumlah video aktivitas Andi Angga sudah tidak dapat diakses melalui telepon seluler.


Meski diliputi rasa sedih, keluarga mengaku tetap bangga terhadap langkah yang ditempuh Andi Angga sebagai relawan kemanusiaan.


“Saya sedih, tapi juga bangga karena dia berjalan di jalan kemanusiaan,” katanya.


Hingga kini keluarga masih menunggu informasi resmi terkait kondisi Andi Angga dan berharap pemerintah Indonesia segera mengambil langkah diplomatik untuk membebaskan para relawan yang ditahan. 

أحدث أقدم