Polisi Gagalkan Dugaan Tawuran, 19 Pemuda Diamankan di Bua

LUWU – Patroli gabungan yang melibatkan personel Polsek Bua, Unit Kecil Lengkap (UKL) Polres Luwu, dan Brimob menggagalkan dugaan aksi tawuran antar kelompok pemuda di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Selasa (5/5/2026) malam.


Dalam patroli tersebut, polisi mengamankan 19 pemuda beserta sejumlah senjata tajam dan alat yang diduga akan digunakan untuk aksi kekerasan.


Kegiatan patroli diawali dengan apel pengecekan personel di Markas Polsek Bua sekitar pukul 22.30 Wita. Apel dipimpin Kapolsek Bua AKP PY Catur Suhendra didampingi Kasat Sabhara selaku Kepala UKL IPTU Anwar Syamsuddin serta Danton Brimob Kompi 3 Yon D Pelopor AIPTU Haswanto.


Usai apel, personel gabungan bergerak melakukan patroli dan penyisiran di sejumlah titik rawan di Kecamatan Bua, khususnya di Dusun Labokke dan Dusun Padang, Desa Puty.


Saat melakukan patroli, petugas menemukan sekelompok pemuda yang sedang berkumpul dan diduga hendak melakukan tawuran.


Dari hasil pemeriksaan di lokasi, polisi menyita sejumlah barang yang berpotensi digunakan dalam bentrokan, di antaranya samurai, parang, badik, tombak, ketapel, anak busur, dan petasan.


Sebanyak 19 pemuda kemudian diamankan sebagai langkah pencegahan guna menghindari bentrokan antar kelompok yang dapat mengganggu keamanan masyarakat.


“Dari 19 orang yang diamankan, ada lima pemuda yang terindikasi menguasai senjata tajam. Saat ini mereka masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polsek Bua,” ujar AKP PY Catur Suhendra.


Hingga dini hari, personel gabungan masih bersiaga di Mapolsek Bua untuk mengantisipasi kemungkinan aksi susulan dari kelompok pemuda lainnya.


Catur menegaskan patroli gabungan akan terus ditingkatkan sebagai upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.


“Kami berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat guna mencegah segala bentuk gangguan keamanan, termasuk potensi tawuran yang dapat membahayakan warga,” katanya.


Sementara itu, Kapolres Luwu AKBP Adnan Pandibu mengapresiasi kesigapan personel gabungan dalam merespons potensi gangguan keamanan di wilayah hukum Polres Luwu.


“Ini bentuk kesiapsiagaan personel dalam menjaga stabilitas kamtibmas. Kami akan terus mengedepankan langkah preventif yang didukung penegakan hukum secara tegas dan humanis,” ujar Adnan.


Ia juga mengimbau orang tua, tokoh masyarakat, dan tokoh agama agar ikut berperan aktif melakukan pengawasan terhadap para remaja untuk mencegah keterlibatan dalam aktivitas negatif.


Menurutnya, sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat sangat penting untuk menjaga situasi keamanan tetap aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Luwu.

أحدث أقدم