Cuaca Ekstrem di Teluk Bone, Sejumlah Kapal Nelayan Hanyut dan Tenggelam

LUWU - Cuaca buruk disertai gelombang tinggi dan arus laut yang kuat di perairan Teluk Bone, Sulawesi Selatan, sejak beberapa hari terakhir mengakibatkan sejumlah kapal bagan dan kapal nelayan hanyut hingga tenggelam sejak Rabu (6/5/2026).


Satuan Polisi Air dan Udara (Polairud) Polres Luwu mencatat sedikitnya delapan kapal terdampak cuaca ekstrem yang masih melanda perairan Luwu dan Teluk Bone.


Kasat Polairud Polres Luwu, Iptu Alfian Mahajir, mengatakan kondisi cuaca di laut hingga saat ini masih sangat buruk sehingga proses pencarian dan evakuasi belum dapat dilakukan secara maksimal.


“Gelombang dan arus di perairan Teluk Bone masih sangat ekstrem. Untuk sementara pencarian dan evakuasi belum bisa dilakukan karena mempertimbangkan keselamatan personel dan nelayan,” kata Alfian, Jumat (8/5/2026).


Lanjut Alfian, salah satu kapal yang dilaporkan tenggelam yakni kapal bagan bernama Ilham milik Marhama, warga Kecamatan Ponrang, Kabupaten Luwu. Kapal tersebut dilaporkan tenggelam pada Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 14.00 Wita.


Akibat kejadian itu, kerugian ditaksir mencapai Rp 300 juta,” ucapnya.


Menurut Alfian, selain kapal Ilham, sejumlah kapal lainnya dilaporkan hanyut dan belum diketahui keberadaannya. Kapal TTB atau Baggo yang dikapteni Ambo Asse asal Kota Palopo dilaporkan hanyut pada Kamis (7/5/2026) sekitar pukul 01.30 Wita.


Kapal lain bernama Yusuf milik Agus asal Palopo juga dilaporkan hilang kontak di perairan Teluk Bone,” ujarnya.


Di tengah cuaca buruk tersebut, sebuah kapal milik nelayan bernama Lajali asal Ponrang mengalami insiden di laut dengan tiga anak buah kapal (ABK) berada di atas kapal.


Dua ABK berhasil selamat, sementara satu ABK bernama Aldi hingga kini masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian.


“Untuk korban yang belum ditemukan masih terus dipantau keberadaannya. Kami menunggu kondisi cuaca memungkinkan agar pencarian dapat dilakukan lebih optimal,” ujar Alfian.


Sementara itu, empat kapal lainnya dilaporkan masih mengapung di laut, yakni kapal Ekor Kuning milik H Hafid asal Ulo-ulo, kapal PTN milik Tahang asal Palopo, kapal PAS JAYA milik Caca asal Palopo, serta kapal HTR milik H Ansar asal Palopo.


“Kami Polairud Polres Luwu bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu saat ini terus melakukan pemantauan terhadap kapal-kapal nelayan yang masih berada di perairan,” tuturnya.


Petugas juga telah melakukan identifikasi dan pemetaan terhadap kapal bagan serta kapal nelayan yang masih berlayar di kawasan Teluk Bone.


Selain itu, koordinasi lintas instansi dilakukan untuk mempercepat langkah evakuasi apabila kondisi cuaca mulai membaik.


Kasat Polairud Polres Luwu mengimbau para nelayan untuk sementara waktu tidak melaut hingga kondisi cuaca kembali normal.


“Kami mengimbau seluruh nelayan agar tidak memaksakan diri melaut demi keselamatan. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama,” tutup Alfian.

أحدث أقدم