PT Vale Kantongi Pinjaman Berbasis Keberlanjutan US$750 Juta, Dukung Proyek Nikel dan Transisi Energi

JAKARTA - PT Vale Indonesia Tbk menegaskan langkah strategisnya dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam pembiayaan perusahaan melalui perolehan fasilitas Sustainability-Linked Loan (SLL) senilai 750 juta dollar AS, dengan opsi tambahan (greenshoe) hingga 250 juta dollar AS.



Fasilitas pinjaman sindikasi ini menjadi yang pertama bagi PT Vale dan dinilai sebagai tonggak penting dalam memperkuat ketahanan finansial perusahaan, sekaligus mendukung pengembangan proyek strategis berbasis praktik pertambangan berkelanjutan.


Pinjaman tersebut didukung oleh sindikasi 14 bank internasional dan mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 1,7 kali. Hal ini mencerminkan tingginya kepercayaan lembaga keuangan global terhadap fundamental bisnis serta arah strategi keberlanjutan perusahaan.


Seiring meningkatnya kebutuhan global terhadap mineral kritis, khususnya untuk mendukung transisi energi, permintaan nikel sebagai bahan utama baterai kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi terus menunjukkan tren naik. Berdasarkan proyeksi International Energy Agency, kapasitas penyimpanan baterai global diperkirakan perlu meningkat hingga 14 kali lipat, sementara permintaan baterai kendaraan listrik diproyeksikan naik tujuh kali lipat hingga 2030.


Dalam konteks tersebut, PT Vale menempati posisi strategis sebagai produsen nikel dengan intensitas karbon relatif rendah. Hal ini didukung oleh pemanfaatan energi terbarukan dari tiga pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang terintegrasi dalam operasional perusahaan. Selain itu, perusahaan juga terus meningkatkan kapasitas dan keandalan infrastruktur energi untuk mendukung elektrifikasi operasional secara bertahap.


Fasilitas SLL ini disusun mengacu pada kerangka Sustainability-Linked Financing Framework yang selaras dengan standar internasional. Indikator kinerja utama (Key Performance Indicators/KPI) yang digunakan mencakup penurunan intensitas emisi karbon serta peningkatan penggunaan energi terbarukan.


Kedua indikator tersebut memperoleh penilaian “strong” dari lembaga penilai independen melalui Second Party Opinion. Penilaian ini menunjukkan keselarasan dengan target global pembatasan kenaikan suhu bumi sesuai Paris Agreement pada jalur 1,5 derajat Celsius, serta kontribusinya terhadap target Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia.


Presiden Direktur dan CEO PT Vale, Bernardus Irmanto, mengatakan fasilitas ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menyelaraskan strategi pembiayaan dengan agenda dekarbonisasi.


“Fasilitas ini menandai langkah penting dalam perjalanan kami untuk menyelaraskan strategi pembiayaan dengan agenda dekarbonisasi dan pertumbuhan jangka panjang perusahaan. Kami berkomitmen menghadirkan nikel berkualitas tinggi dengan jejak karbon lebih rendah,” ujar Bernardus.


Dari sisi penggunaan dana, sekitar 50 persen akan dialokasikan untuk proyek IGP Pomalaa, 30 persen untuk IGP Morowali, dan 20 persen untuk pengembangan IGP Sorowako Limonite pada 2026. Sementara pada 2027, pembiayaan difokuskan pada kelanjutan proyek tersebut serta pemenuhan hak partisipasi dalam proyek joint venture.


Selain untuk ekspansi bisnis, PT Vale juga berkomitmen menyalurkan manfaat finansial dari skema pembiayaan ini ke program pengembangan masyarakat di sekitar wilayah operasional. Langkah ini bertujuan memastikan capaian kinerja keberlanjutan perusahaan turut memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.


Dukungan terhadap pembiayaan berbasis keberlanjutan juga datang dari sektor perbankan. Direktur Wholesale Banking UOB Indonesia, Harapman Kasan, menyebut pendekatan ini semakin relevan dalam mendukung transformasi industri.


“Pembiayaan berbasis keberlanjutan menjadi instrumen penting untuk mendukung target yang terukur sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam transisi energi global,” ujarnya.


Hal senada disampaikan Global Head Metals & Mining Institutional Banking DBS, Mike Zhang, yang menilai sektor pertambangan memiliki peran krusial dalam memastikan transisi energi berjalan secara bertanggung jawab.


Sementara Presiden Direktur PT Bank Mizuho Indonesia, Ken Matsuo, menilai tingginya minat perbankan dalam sindikasi ini mencerminkan kepercayaan kuat terhadap model bisnis PT Vale di tengah volatilitas pasar.


Melalui fasilitas ini, PT Vale memperkuat posisinya sebagai perusahaan tambang yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), sejalan dengan upaya mendorong masa depan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

أحدث أقدم