MAROS - Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dalam kondisi aman dan distribusi tetap berjalan normal.
Hal ini disampaikan menyusul laporan masyarakat terkait kekosongan BBM jenis Pertalite di SPBU 74.90517 Moncongloe.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan bahwa dinamika di lapangan dipengaruhi oleh lonjakan konsumsi dalam waktu singkat.
“Distribusi BBM di wilayah Maros tetap berjalan dan stok secara keseluruhan dalam kondisi aman. Percepatan penyerapan di beberapa SPBU dipicu oleh pembelian dalam jumlah besar secara bersamaan, sehingga stok pada titik tertentu lebih cepat habis dan menunggu suplai berikutnya,” ujar Lilik, Sabtu (4/4/2026).
Ia menjelaskan, penyaluran BBM terus diperkuat melalui koordinasi intensif dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta pengelola SPBU guna menjaga kelancaran layanan kepada masyarakat.
Sementara itu, Sales Branch Manager Sulsel I Fuel, Muhammad Yoga Prabowo, mengungkapkan bahwa kondisi stok di SPBU Moncongloe saat ini dalam tahap pemulihan.
“Di SPBU tersebut, ketersediaan Pertalite masih terjaga, sementara suplai produk lainnya sedang diperkuat melalui proses bongkar untuk Pertamax serta pengiriman Biosolar yang sedang berlangsung. Kondisi antrean kendaraan juga tetap tertib dan tidak berdampak pada arus lalu lintas di sekitar SPBU,” kata Yoga.
Ia menegaskan, kekosongan salah satu jenis BBM di SPBU bersifat sementara dan merupakan bagian dari siklus distribusi.
“Secara keseluruhan, stok BBM baik subsidi maupun non-subsidi di wilayah Maros dan Sulawesi Selatan dalam kondisi aman. Penyaluran terus berjalan tanpa kendala berarti,” lanjutnya.
Pertamina mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi tetap merata dan pelayanan optimal.
Selain itu, masyarakat diminta mengacu pada informasi resmi serta tidak terpengaruh isu yang belum terverifikasi yang dapat memicu pembelian berlebih.
Jika menemukan kendala layanan atau indikasi pelanggaran di lapangan, masyarakat dapat melaporkan melalui Pertamina Call Center (PCC) 135.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyatakan akan terus memperkuat pengawasan dan menjaga keandalan distribusi energi melalui koordinasi aktif dengan seluruh pemangku kepentingan.
